Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Larangan Keluar Rumah di Malam 1 Suro, Mitos atau Tradisi?

Muhammad Rizqi Mustofa Kamal • Jumat, 27 Juni 2025 | 06:10 WIB
Mengapa malam 1 Suro dilarang keluar rumah? Masyarakat Jawa percaya ini waktu makhluk halus aktif.
Mengapa malam 1 Suro dilarang keluar rumah? Masyarakat Jawa percaya ini waktu makhluk halus aktif.

RADARTUBAN - Malam satu Suro, yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, kaya akan mitos dan kepercayaan di masyarakat Jawa.

Salah satu yang paling terkenal adalah larangan keluar rumah pada malam ini.

Masyarakat percaya bahwa saat itu makhluk halus dan energi gaib lebih aktif, sehingga keluar rumah dianggap berisiko.

Aktivitas Makhluk Halus yang Meningkat

Larangan ini muncul karena kepercayaan bahwa makhluk halus dan roh leluhur berkeliaran lebih banyak pada malam 1 Suro.

Banyak yang meyakini bahwa keluar rumah dapat mengakibatkan gangguan gaib atau kecelakaan.

Dengan tetap di rumah, masyarakat merasa lebih aman dari potensi bahaya yang tidak terlihat.

Kekuatan Gaib yang Mencapai Puncaknya

Malam 1 Suro dianggap sebagai waktu di mana kekuatan gaib berada pada puncaknya. Banyak orang memilih untuk tidak keluar rumah demi melindungi diri dari energi negatif.

Ini juga menjadi waktu untuk fokus pada kegiatan spiritual, seperti berdoa dan melakukan ritual, memperkuat koneksi dengan alam gaib.

Momen Introspeksi dan Spiritual

Larangan untuk keluar rumah juga diartikan sebagai ajakan untuk introspeksi.

Sebagai awal tahun baru Jawa, malam ini dianggap ideal untuk merenung dan melakukan ritual spiritual.

Banyak yang melakukan tirakat atau berzikir untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, serta memperkuat ikatan dengan keluarga.

Mencegah Kesialan dan Musibah

Bepergian pada malam ini dipercaya dapat mendatangkan kesialan. Masyarakat merasa bahwa malam 1 Suro memerlukan 'tumbal', sehingga bepergian dianggap berisiko.

Pada malam ini, mengadakan perayaan seperti pernikahan juga dianggap tidak tepat, karena lebih berkaitan dengan hal-hal spiritual.

Perpaduan dengan Malam Jumat

Jika malam 1 Suro jatuh pada malam Jumat, kepercayaan akan kekuatan spiritualnya semakin kuat.

Malam Jumat juga dianggap sakral dalam tradisi Islam, sehingga larangan untuk keluar rumah semakin diperkuat.

Ini menunjukkan integrasi antara kepercayaan lokal dan ajaran agama, menjaga keseimbangan antara jasmani dan rohani.

Pantangan Lain yang Diperhatikan

Selain larangan keluar rumah, ada beberapa pantangan lain pada malam 1 Suro, seperti:

- Berbicara keras untuk menjaga keheningan.

- Mengadakan pesta atau hajatan.

- Bepergian jauh.

- Memulai usaha baru.

Pantangan ini mencerminkan keyakinan masyarakat akan pentingnya menjaga keharmonisan dan keseimbangan hidup, terutama pada malam yang bermakna ini. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#mitos #kepercayaan #malam satu suro #rumah #gaib #tradisi