RADARTUBAN - Gunung Rinjani dengan ketinggian setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut, selalu menarik minat ribuan pendaki dari berbagai negara.
Gunung Rinjani merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang memukau.
Mendaki gunung bukanlah sekadar aktivitas fisik biasa. Mendaki gunung memerlukan persiapan yang matang untuk memastikan pendakian aman dan lancar.
Khususnya mendaki di Gunung Rinjani yang ketinggiannya juga menuntut kesiapan lebih, terutama bagi yang baru pertama kali mencobanya.
Berikut beberapa tips mendaki bagi pemula yang ingin mendaki di Gunung Rinjani:
1. Riset Seluk-Beluk Rinjani
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan sebelum berangkat adalah menggali informasi yang mendalam mengenai Gunung Rinjani.
Sebelum menjejakan kaki di pendakian, luangkanlah waktu untuk membaca artikel atau blog pendakian.
Selain itu, juga bisa dengan menonton vlog atau dokumenter di YouTube serta mengikuti forum komunitas pendaki.
Dengan begitu, Anda akan memahami kontur jalur, lokasi pos peristirahatan, serta potensi perubahan cuaca yang ekstrim.
2. Latihan Fisik, Bangun Stamina Sejak Dini
Rute menuju puncak Rinjani memiliki tanjakan curam, turunan terjal dan perubahan elevasi drastis yang membutuhkan stamina dan kekuatan fisik yang prima.
Mulailah latihan kardiovaskular (lari, bersepeda, berenang) juga penguatan otot kaki dan punggung setidaknya 1–2 bulan sebelum keberangkatan.
3. Pilih Waktu yang Tepat
Cuaca memegang peranan vital dalam keselamatan pendakian. Periode terbaik untuk mendaki Gunung Rinjani adalah di musim kemarau, bulan Juni, Juli, dan Agustus.
Pada periode ini, curah hujan rendah, cuaca relatif stabil, dan jalur lebih aman dari longsor atau licin.
4. Siapkan Peralatan Wajib
Pendaki pemula wajib mempersiapkan peralatan standar seperti tenda yang kuat, sleeping bag, jaket, sepatu gunung, tas gunung berkapasitas cukup, dan jas hujan hingga survival kit yang berisi kotak P3K, pisau lipat, korek api, dan senter.
Selain itu jangan lupa membawa kantong sampah pribadi.
5. Kenali Berbagai Jalur Pendakian
Gunung Rinjani memiliki jalur dengan medan yang berbeda-beda seperti Sembalun, Senaru, Torean.
Maka, wajib bagi pendaki mempelajari karakter tiap jalur, untuk menentukan mana yang paling sesuai dengan kondisi fisik dan pengalaman.
6. Ajak Teman atau Pemandu
Agar lebih aman, pemula disarankan mendaki bersama teman yang sudah berpengalaman atau menggunakan jasa trekking operator resmi.
Trekking operator tidak hanya berperan sebagai pemandu, tetapi juga biasanya menyediakan jasa dengan paket lengkap termasuk izin, logistik, dan layanan porter dari warga lokal.
Para porter tidak hanya membantu membawa barang bawaan, namun juga membantu jika tim menemui kendala di lapangan, serta menjadi sumber pengetahuan adat setempat.
7. Siapkan Makanan & Obat
Calon pendaki harus menyiapkan beberapa makanan yang dibutuhkan. Sebaiknya membawa makanan yang praktis seperti oatmeal instan, roti, atau makanan siap saji yang tidak mudah basi.
Selain itu, jangan lupa bawa obat-obatan pribadi yang mungkin dibutuhkan.
8. Periksa Kondisi Kesehatan
Sebelum berangkat, disarankan lakukan medical check-up terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
9. Hormati Aturan & Kearifan Lokal
Patuhi kepercayaan dan waspadai pantangan warga lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hindari bersikap dan berbicara yang tidak sopan saat mendaki.
10. Registrasi Melalui eRinjani
Pendaftaran pendakian Gunung Rinjani kini bisa melalui registrasi online di aplikasi eRinjani.
Aplikasi ini digunakan untuk mengajukan izin, membayar tiket, dan memantau kuota harian.
Dengan persiapan menyeluruh dari riset, latihan fisik, peralatan, hingga penghormatan budaya, petualangan di puncak Rinjani akan terasa lebih aman, nyaman, dan berkesan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni