RADARTUBAN - Para peneliti, termasuk ahli mikrobiologi kelautan dari NIOZ, telah menemukan jenis jamur laut yang mampu menguraikan plastik polietilena setelah terpapar radiasi UV dari sinar matahari.
Temuan penting ini dipublikasikan dalam jurnal Science of The Total Environment dan menandai langkah besar dalam upaya mengurangi polusi plastik di laut.
Jamur yang diberi nama Parengyodontium album hidup bersama mikroba laut lainnya dan menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengurai polietilena—jenis plastik yang paling umum digunakan di seluruh dunia.
Efek penguraian ini terjadi setelah plastik terkena paparan sinar ultraviolet, menunjukkan bahwa sinar matahari memiliki peran penting dalam memicu proses biologis oleh jamur tersebut.
Tidak berhenti di permukaan laut, penelitian ini juga memperkirakan bahwa banyak jenis jamur lain yang memiliki potensi serupa kemungkinan besar hidup di wilayah laut yang lebih dalam.
Hal ini membuka peluang bagi penelitian lanjutan untuk menemukan solusi alami dalam mengatasi sampah plastik yang mencemari ekosistem laut.
Temuan ini memberikan harapan baru dalam pencarian metode penguraian plastik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Para peneliti dari NIOZ menekankan pentingnya studi lanjutan terhadap jamur laut serta mikroba lainnya.
Hal ini guna mengembangkan teknologi pengelolaan limbah plastik yang lebih efisien dan berbasis alam.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni