RADARTUBAN- Dunia perburungan kicau di Indonesia seolah tak pernah kehabisan topik menarik.
Salah satu burung yang belakangan makin sering diperbincangkan para penghobi adalah Tengkek Buto.
Meski namanya terdengar asing bagi pemula, burung ini diam-diam punya peran penting dan bernilai tinggi, terutama di kalangan penghobi burung masteran.
Tak sekadar pemanis gantangan, Tengkek Buto justru dikenal sebagai burung guru bagi banyak jenis burung lomba lainnya.
Berikut beberapa fakta unik yang membuat burung ini makin diminati dan dicari.
1. Suara Khas: Keras, Kasar, dan Tajam
Ciri utama Tengkek Buto yang paling menonjol tentu dari suara kicauannya. Suaranya keras, kasar, dan sangat tajam, bahkan terdengar menembus dari jarak jauh.
Karakter inilah yang membuat Tengkek Buto banyak dipilih sebagai burung masteran untuk membentuk mental dan kualitas suara burung lomba seperti Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, hingga Cendet.
Banyak penghobi percaya, suara Tengkek Buto mampu ‘menyulut’ semangat tempur burung lain saat digantang.
2. Tidak Untuk Lomba, Tapi Harga Tetap Mahal
Uniknya, Tengkek Buto nyaris tidak pernah diperlombakan. Namun harganya di pasar tetap stabil, bahkan cenderung naik.
Burung ini diburu bukan karena gaya tarung atau variasi lagu, tapi karena perannya sebagai ‘guru vokal’ burung jawara.
Harga anakan bisa dimulai dari Rp300 ribuan, sedangkan yang sudah rajin bunyi bisa tembus lebih dari Rp1 juta.
3. Karakter Agresif dan Gampang Stres
Tak banyak yang tahu, meski suaranya garang, Tengkek Buto justru tergolong burung yang sensitif dan gampang stres.
Ia kurang cocok ditempatkan terlalu dekat dengan burung fighter lain.
Perawatannya pun harus diperhatikan, mulai dari penjemuran, asupan jangkrik, hingga stabilitas sangkar.
Namun, kalau sudah mapan dan gacor, burung ini bisa bunyi nyaris tiap hari dengan volume tetap tajam.
4. Warna Eksotik, Nama Mistis
Nama ‘Buto’ diambil dari suara dan penampilan burung ini yang dianggap menyerupai suara makhluk halus dalam cerita rakyat Jawa.
Namun secara fisik, justru burung ini punya penampilan eksotik: warna dominan biru cerah dengan kombinasi ungu di kepala, serta paruh yang besar dan kuat.
Penampilan ‘mistis’ itulah yang sering membuat burung ini dianggap punya aura tersendiri di kalangan penghobi tua.
Penutup: Jangan Remehkan Burung ‘Penggangguarian
Kini, Tengkek Buto bukan sekadar hiasan rumah. Banyak yang menjadikan burung ini sebagai master harian di kandang gantang.
Terutama untuk memancing Murai Batu atau Cendet agar lebih rajin nembak suara kasar.
Bahkan, beberapa breeder besar memasukkan Tengkek Buto sebagai “pengisi suara wajib” dalam masa pembentukan mental anakan burung fighter.
Meski tak tampil di podium lomba, peran Tengkek Buto tak bisa dianggap remeh. Ia adalah senjata rahasia di balik kesuksesan banyak burung jawara.
Suaranya yang keras dan tajam memang kadang dianggap mengganggu, tapi justru di situlah letak manfaatnya.
Bagi kamu penghobi pemula yang ingin memoles burung fighter lebih maksimal, mungkin sudah waktunya melirik si ‘Buto’ ini sebagai masteran. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni