RADARTUBAN – Bagi pecinta burung kicau, suara merdu burung peliharaan tentu jadi kepuasan tersendiri.
Tapi tak jarang, burung yang biasanya gacor mendadak berhenti bunyi atau mengalami drop mental.
Kondisi ini kerap bikin pemilik frustrasi karena tak tahu harus mulai dari mana memperbaikinya.
Burung yang tiba-tiba stop bunyi bukanlah hal aneh dalam dunia perawatan.
Ada banyak faktor yang bisa memicu, mulai dari perubahan lingkungan, stress, over birahi, hingga masalah kesehatan.
Namun, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulihkan performa burung kicau yang tiba-tiba malas berkicau.
1. Cek Kondisi Kesehatan Burung Secara Menyeluruh
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi fisik burung dalam keadaan sehat.
Lihat apakah ada tanda-tanda bulu kusam, mata sayu, atau kotoran tidak normal.
Jika iya, segera lakukan isolasi, berikan vitamin, dan perbaiki pola makan sebelum berharap burung kembali bunyi.
2. Istirahatkan dari Suasana Kompetisi
Burung yang terlalu sering digantang atau dilatih lomba bisa mengalami over birahi atau stress mental.
Biarkan burung rehat total beberapa minggu di tempat yang tenang, jauh dari suara burung lain. Ini penting untuk memulihkan mental dan stamina.
3. Perbaiki Pola Mandi dan Jemur
Pola mandi dan jemur yang tidak tepat bisa membuat burung drop performa. Jemur burung di pagi hari dengan durasi yang pas, sekitar 30 menit, jangan berlebihan.
Untuk mandi, cukup 3–4 kali seminggu, jangan sampai burung malah kedinginan karena terlalu sering basah.
4. Kembalikan Pakan ke Settingan Harian
Banyak pemilik salah kaprah memberikan pakan extra (EF) berlebihan saat burung mulai gacor.
Padahal, ketika burung drop, sebaiknya kembali ke pola makan dasar: voer berkualitas, jangkrik secukupnya, dan buah segar seperti pisang atau apel. Kurangi dulu pakan penggacor yang terlalu tinggi protein.
5. Kondisikan Lingkungan yang Nyaman
Perhatikan tempat gantangan harian. Hindari lokasi yang bising, terlalu banyak angin, atau sering kedatangan hewan predator seperti kucing.
Lingkungan nyaman sangat memengaruhi mental burung. Idealnya, burung ditempatkan di tempat sejuk, cukup sinar pagi, dan minim gangguan.
Burung kicau stop bunyi memang sering jadi momok bagi penghobi. Namun, jangan buru-buru menyalahkan burung atau pakan.
Perhatikan pola rawatan, cek lingkungan, dan berikan waktu untuk pemulihan.
Dengan kesabaran dan perawatan yang tepat, burung kesayangan pasti kembali rajin bunyi seperti sedia kala. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni