Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dengan Tes Genetik FAIM, Kini Risiko Penyakit Ginjal Kronis pada Kucing Bisa Terdeteksi Sejak Dini

Bihan Mokodompit • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 21:05 WIB

 

Ilustrasi kucing ketika menjalani perawatan
Ilustrasi kucing ketika menjalani perawatan

RADARTUBAN - Kini pemilik hewan peliharaan bisa lebih tenang. Berkat Feline Apoptosis Inhibitor Macrophages atau tes genetik FAIM, risiko penyakit ginjal kronis pada kucing bisa dideteksi lebih awal, jauh sebelum gejala klinis muncul.

Tes ini memungkinkan tindakan pencegahan dilakukan sejak dini, demi memperpanjang usia dan kualitas hidup kucing kesayangan.

 

Dikutip dari news.wsu.edu Tes genetik FAIM ini dikembangkan oleh para dokter hewan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Negeri Washington (WSU).

Inovasi ini merupakan hasil dari riset panjang yang dipimpin oleh Dr. Nicolas Villarino bersama tim dari Program Pengobatan Individual WSU (PrIMe).

Mereka pertama kali mengidentifikasi penanda genetik pada tahun 2016, lalu mengembangkan tes ini selama hampir satu dekade.

“Mengetahui penyakit ini sejak dini memungkinkan pemilik kucing menghindari makanan dan obat-obatan tertentu demi menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka dan memperlambat perkembangan penyakit. Masalah terbesar dari penyakit ini adalah kita tidak tahu kapan datangnya sampai semuanya sudah terlambat. Begitu terdiagnosis, tidak ada jalan kembali, dan kucing itu kemungkinan besar akan membutuhkan terapi medis seumur hidup,” ujar Villarino, yang juga merupakan Associate Professor di WSU.

 

Tes ini menggunakan usapan dari pipi kucing yang dikirimkan ke pusat layanan di kampus WSU Pullman.

Sampel kemudian dianalisis menggunakan metode droplet digital PCR, teknologi canggih yang mampu mendeteksi variasi genetik yang memengaruhi produksi protein perbaikan ginjal.

Melalui deteksi dini, pemilik dapat menghindari makanan dan obat-obatan tertentu yang bisa memperburuk kondisi ginjal.

Dengan harga sekitar 100 dolar AS, tes genetik FAIM kini tersedia dan dapat dipesan melalui email ke Villarino di nicolas.villarino@wsu.edu, serta segera dapat diakses secara daring lewat WSU PrIMe.

 

Penyakit ginjal kronis merupakan masalah serius pada kucing, terutama pada usia lanjut. Sekitar 30-50 persen kucing di atas 11 tahun diperkirakan mengalami gangguan ini.

Selain menyebabkan gagal ginjal, kondisi ini juga dapat memicu anemia, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Dalam beberapa kasus ekstrem, perawatan bisa menelan biaya ribuan dolar setiap tahun.

Villarino mengungkapkan bahwa ide pengembangan tes ini bermula saat ia mengamati satu kucing dalam studi WSU yang tampak kebal terhadap penyakit ginjal.

Ada satu kucing yang kami perhatikan berperilaku berbeda dari yang lain. Kucing ini tampaknya kebal terhadap penyakit tersebut," ungkapnya.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, mereka menemukan adanya perubahan pada gen yang mengkode protein perbaikan ginjal, yang menjadi kunci pencegahan.

“Saya seorang ilmuwan, dan kami selalu melakukan penelitian. Jadi ketika akhirnya ilmu ini bisa diterapkan untuk benar-benar membantu hewan peliharaan hidup lebih lama, rasanya luar biasa," tambahnya.

 

Pengembangan tes genetik FAIM tidak akan mungkin tercapai tanpa dukungan dari berbagai pihak.

Di antaranya adalah Kantor Komersialisasi WSU, Washington Research Foundation, serta para donatur seperti Kay Fowler dan Kay Yarborough Nelson.

" Tes ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup banyak kucing dan pemiliknya, dan tidak mungkin kami bisa mewujudkannya tanpa dukungan dari para donor," tutup Villarino.

Di masa mendatang, tes ini diharapkan bisa membuka jalan bagi pengembangan obat serta digunakan oleh para peternak kucing profesional untuk menekan jumlah kucing yang membawa kecenderungan genetik terhadap penyakit ginjal kronis. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#penyakit ginjal kronis #tes genetik FAIM #kucing #Apoptosis Inhibitor Macrophages #deteksi dini