Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Barasuara, dan 5 Rekomendasi Lagu Selain Terbuang dalam Waktu dan Pancarona

M. Afiqul Adib • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 23:05 WIB
Band Barasuara
Band Barasuara

RADARTUBAN- Film Sore: Istri dari Masa Depan bukan cuma bikin netizen baper, tapi juga sukses mengangkat kembali nama-nama musisi yang lagunya jadi soundtrack.

Salah satunya adalah Barasuara—band yang sejak awal memang punya reputasi sebagai penghasil lagu-lagu magis, penuh energi, dan kadang bikin kita merenung sambil nyetir motor di jalan sepi.

Dua lagu mereka yang paling mencuri perhatian lewat film tersebut adalah “Terbuang dalam Waktu” dan “Pancarona.”

Lagu-lagu ini bukan baru, tapi berkat film itu, akhirnya dikenal lebih luas.

Banyak orang yang tadinya cuma tahu Barasuara sebagai “band indie yang sering manggung di festival,” kini mulai menyelami lirik-liriknya yang dalam dan aransemen yang megah.

Barasuara adalah band asal Jakarta yang terbentuk pada tahun 2012. Digawangi oleh Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), serta dua vokalis perempuan berbakat: Asteriska dan Puti Chitara.

Musik mereka memadukan rock alternatif, folk, funk, dan elemen khas Indonesia—baik dari segi lirik maupun nuansa aransemen.

Album perdana mereka, Taifun (2015), langsung mencuri perhatian dan dinobatkan sebagai salah satu dari 10 album indie terbaik tahun itu.

Sejak itu, Barasuara dikenal sebagai band dengan penampilan live yang memukau dan kualitas musikal yang konsisten.

Barasuara bukan cuma digemari, tapi juga diakui secara industri. Mereka pernah memenangkan beberapa penghargaan bergengsi, di antaranya:

• Karya Produksi Alternatif Terbaik – “Bahas Bahasa” (AMI Awards 2016)

• Best Live Act – Rolling Stone Editors’ Choice Awards 2016

• Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik – “Fatalis” (AMI Awards 2023)

• Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik – “Terbuang Dalam Waktu” (AMI Awards 2024)

Sebagai penggemar yang sudah lama mendengarkan mereka—bukan karena viral, tapi karena memang suka—saya ingin merekomendasikan lima lagu lain yang tak kalah magis.

Lagu-lagu ini mungkin belum sepopuler dua yang disebut tadi, tapi kalau didengarkan dengan hati yang terbuka, bisa bikin kamu merasa seperti sedang berdialog dengan semesta.

1. Pikiran dan Perjalanan

Lagu ini seperti manifesto Barasuara: tentang pencarian, tentang perjalanan batin, dan tentang keberanian untuk terus melangkah meski arah belum jelas.

2. Etalase

Liriknya seperti puisi yang bicara tentang eksistensi dan bagaimana kita menampilkan diri di depan dunia. Tenang tapi tajam.

3. Hagia

Salah satu lagu paling spiritual dari Barasuara. Ada nuansa mistis, ada kekuatan dalam kelembutan. Cocok untuk momen reflektif.

4. Biang

Lagu yang lebih eksperimental, dengan aransemen yang berani dan lirik yang tajam. Cocok buat kamu yang suka musik dengan karakter kuat.

5. Manusia (Sumarah)

Lagu ini seperti meditasi dalam bentuk musik. Liriknya mengajak kita untuk menerima, untuk sumarah, untuk berdamai dengan diri sendiri.

Barasuara bukan band yang lahir dari tren. Mereka konsisten dengan gaya dan pesan mereka sejak awal.

Lagu-lagu mereka bukan cuma enak didengar, tapi juga punya kedalaman yang bisa menemani kita dalam berbagai fase hidup.

Jadi kalau kamu baru kenal Barasuara lewat film viral itu, selamat datang. Tapi jangan berhenti di “Terbuang dalam Waktu” dan “Pancarona.”

Masih banyak lagu lain yang menunggu untuk kamu temukan—dan mungkin, akan jadi soundtrack hidupmu berikutnya

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#film sore #band #pancarona #bara #band indie #Terbuang dalam waktu