Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Islandia Jadi Negara Bebas Nyamuk karena Iklim Ekstrem, Para Ilmuwan Peringatkan Ancaman Perubahan Iklim

Dyah Ayu Oktiara Putri • Selasa, 26 Agustus 2025 | 08:05 WIB
Negeri Bebas Nyamuk di Dunia yang Disebut Terancam Kehilangannya Gara-Gara Pemanasan Global
Negeri Bebas Nyamuk di Dunia yang Disebut Terancam Kehilangannya Gara-Gara Pemanasan Global

RADARTUBAN – Hampir di setiap sudut bumi, nyamuk bisa dengan mudah ditemukan.

Serangga kecil ini dikenal sebagai salah satu hewan paling mematikan karena mampu menyebarkan berbagai penyakit berbahaya, mulai dari malaria, demam berdarah, hingga zika.

Namun, ada satu negara di dunia yang punya keistimewaan langka: tidak memiliki populasi nyamuk sama sekali. Negara itu adalah Islandia, yang sering dijuluki sebagai “negeri bebas nyamuk.”

Nyamuk memang pernah sekali tercatat muncul di Islandia. Kejadiannya terjadi pada 1980-an, ketika seorang ahli biologi bernama Gisli Mar Gislason menemukan seekor nyamuk di dalam kabin pesawat.

Serangga itu pun kini diawetkan dalam larutan alkohol di Icelandic Institute of Natural History sebagai bukti sejarah bahwa hewan mungil ini pernah menginjakkan “kaki” di tanah Islandia.

Namun, setelah itu tak pernah lagi ditemukan koloni nyamuk hidup di alam liar Islandia. Para peneliti pun menelusuri penyebab unik di balik fenomena ini.

Salah satu alasan utama adalah iklim ekstrem Islandia. Negara ini kerap mengalami tiga siklus pembekuan dan pencairan air dalam setahun.

Nyamuk, yang membutuhkan suhu hangat stabil untuk menyelesaikan siklus hidupnya dari larva hingga dewasa, tak mampu bertahan dalam kondisi seperti ini.

Air di danau dan kolam yang biasanya menjadi “rumah” bagi larva nyamuk akan membeku sebelum mereka sempat tumbuh.

Selain itu, Islandia juga tidak memiliki banyak danau dangkal. Padahal, di wilayah lain seperti Greenland, danau dangkal yang mencair di musim panas justru menjadi surga bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Seorang ahli ekologi dari Dartmouth, Lauren Culler, menyebut bahwa nyamuk di Greenland bisa bertumbuh pesat karena air yang hangat membuka peluang bagi mereka untuk bereproduksi tanpa gangguan pemangsa.

Ada juga teori lain yang menyebut bahwa komposisi air dan tanah di Islandia mungkin mengandung senyawa tertentu yang membuat nyamuk sulit bertahan hidup. Meski begitu, hipotesis ini masih belum terbukti secara ilmiah.

Meski tanpa nyamuk, Islandia bukan berarti bebas serangga sepenuhnya. Ketika musim panas tiba, penduduk dan wisatawan tetap harus berhadapan dengan midges (serangga kecil mirip nyamuk) dan black flies.

Midges tidak mengisap darah, namun black flies bisa menggigit manusia maupun hewan hingga menimbulkan rasa gatal dan iritasi pada kulit. Maka dari itu, produk anti-serangga tetap dibutuhkan di negara yang terkenal dengan aurora borealis ini.

Keistimewaan Islandia sebagai negara bebas nyamuk ternyata juga tidak bisa dianggap abadi.

Ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim global bisa membuka pintu bagi nyamuk untuk akhirnya hidup di negara ini.

Peningkatan suhu yang membuat musim panas semakin panjang berpotensi memberi peluang bagi serangga ini untuk berkembang biak.

Seperti dilaporkan Motorhome Iceland, jika kondisi iklim terus berubah, status “bebas nyamuk” Islandia bisa terancam hilang.

Bila itu terjadi, hanya akan tersisa tiga wilayah di dunia yang masih steril dari nyamuk, yakni New Caledonia, French Polynesia, dan Seychelles.

Bagi banyak orang, hidup di negara tanpa nyamuk mungkin terdengar seperti surga. Tak ada dengungan di telinga saat tidur, tak ada bekas gatal di kulit, dan tentu saja risiko penyakit menurun drastis.

Namun, Islandia juga jadi contoh nyata bagaimana lingkungan dan iklim memegang peranan penting dalam keberlangsungan hidup makhluk hidup.

Kini, dunia menunggu apakah Islandia bisa mempertahankan status uniknya sebagai negeri bebas nyamuk, atau pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa perubahan iklim juga akan membawa serangga penghisap darah itu ke negeri es dan api. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Perubahan Iklim #negeri bebas nyamuk #islandia #nyamuk #Iklim Ekstrem