Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Makna Filosofi Jawa Mikul Dhuwur Mendhem Jero yang Tetap Relevan Sampai Kapan pun

Amaliya Syafithri • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi dua orang pria memakai lurik, khas Jawa.
Ilustrasi dua orang pria memakai lurik, khas Jawa.

RADARTUBAN - Tahukah kamu tentang filosofi Jawa yang satu ini?

Yap, mikul dhuwur Mendhem Jero, yang artinya mengangkat tinggi-tinggi dan mengubur dalam-dalam.

Mengangkat tinggi-tinggi derajat atau kehormatan kedua orang tua dan leluhur, serta menjaga agar kekurangannya tidak mempermalukan martabat keluarga.

Filosofi ini mengajarkan nilai-nilai luhur kepada setiap individu yang mau memahaminya.

Mikul Dhuwur

Mikul dhuwur mengajarkan kita untuk berperilaku baik agar nama keluarga tetap terjaga dan dihormati, menghargai jasa orang tua maupun leluhur kita, serta melestarikan tradisi dan nilai-nilai positif yang ditinggalkan atau diwariskan para leluhur kepada kita.

Intinya, mikul dhuwur mengajarkan kita untuk menjaga nama baik dengan penuh rasa syukur dan hormat, serta tanggung jawab.

Mendhem Jero

Mendem Jero artinya mengubur dalam-dalam. Maksudnya adalah bijak dalam menyikapi kekurangan dari orang tua atau leluhur kita.

Hal ini mengajarkan kita untuk menjaga martabat keluarga agar tidak mudah direndahkan orang lain melalui aib atau kesalahan di masa lampau.

Di era modern di mana beberapa hal mulai tergerus zaman, filosofi ini masih tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari hingga kini.

Filosofi luhur ini mengingatkan kita semua untuk tidak melupakan asal usul dan budaya kita, menghormati orang tua dan leluhur, serta siapa saja orang di sekeliling kita.

Selain itu juga menjaga kehormatan keluarga di manapun kita berada.

Sesuatu yang istimewa dari filosofi ini adalah bagaimana sebuah nilai bisa tetap berdiri kokoh dalam setiap individu meski zaman telah berubah.

Filosofi ini telah diajarkan jauh sebelum masa modern tiba, tetapi relevansinya masih tetap berlaku hingga kini.

Ini menandakan bahwa nilai-nilai luhur akan tetap ada meskipun zaman perlahan berubah.

Nilai-nilai luhur ada dalam diri setiap individu dan akan terus diajarkan melalui generasi-generasi penerus bangsa. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Filosofi Jawa #Individu #tanggung jawab #leluhur