RADARTUBAN - Bulan Oktober 2025 akan menjadi bulan yang penuh dengan fenomena langit menarik yang layak disaksikan oleh masyarakat dan penggemar astronomi.
Sepanjang bulan ini, tercatat ada 10 fenomena langit utama, termasuk empat hujan meteor dan fenomena supermoon yang menonjol.
Berikut rangkuman fenomena langit yang akan terjadi di bulan Oktober berdasarkan berbagai sumber.
Pertama, fenomena galaksi Andromeda dan planet kerdil Ceres akan terlihat pada 2 Oktober.
Galaksi Andromeda akan mencapai posisi tertinggi di langit tengah malam, dengan peluang terlihat dengan mata telanjang terutama di daerah yang minim polusi cahaya.
Ceres juga objek menjadi menarik pengamatan dengan bantuan teleskop.
Fenomena puncak Supermoon akan hadir pada tanggal 6 dan 7 Oktober.
Supermoon kali ini merupakan Harvest Moon pertama dari rangkaian empat supermoon berturut-turut, di mana bulan purnama berada pada titik perigee sehingga tampak sekitar 8 persen lebih besar dan 16 persen lebih terang dari purnama biasa.
Fenomena ini menjadi puncak keindahan langit malam Oktober.
Selain itu, terdapat empat hujan meteor yang dapat diamati:
1. Hujan Meteor Camelopardalid (puncak 5 Oktober) yang berasal dari sisa debu komet 289P/Blanpain dengan intensitas sedang.
2. Hujan Meteor Draconid (puncak 8 Oktober) terkenal dengan meteor bergerak lambat dan bola api yang cerah, meskipun pengamatannya sedikit terhalang cahaya bulan purnama.
3. Hujan Meteor Taurid Selatan (puncak 10 Oktober), meteor lambat dengan kilatan cahaya terang dan peluang muncul bola api besar.
4. Hujan Meteor Delta Aurigid (puncak 11 Oktober) yang berasal dari rasi Auriga dengan intensitas rendah hingga sedang.
Selain hujan meteor dan supermoon, fenomena penting lainnya adalah purnama Hunter's Moon pada tanggal 7 Oktober, yang dikenal juga sebagai bulan panen, dan munculnya Bulan dengan planet Saturnus pada awal Oktober.
Pada akhir bulan, hujan meteor Orionid juga siap mencapai puncaknya pada 21-22 Oktober dengan kondisi bulan yang gelap, memudahkan pengamatan.
Fenomena-fenomena ini umumnya dapat diamati dengan mata telanjang, namun penggunaan teleskop atau teropong akan memperkaya pengalaman melihat pemandangan langit.
Agar pengamatan maksimal, disarankan mencari lokasi dengan langit cerah dan polusi cahaya minimal.
Dengan rangkaian fenomena langit ini, Oktober 2025 menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan keindahan langit malam yang beragam dan spektakuler. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama