Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Reality Club Umumkan Album Keempat dan Bergabung dengan Manajemen Sun Eater

Imanda Najwa Kirana Dewi • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:10 WIB

Band indie rock Reality Club umumkan album keempat sekaligus bergabung dengan manajemen Sun Eater.
Band indie rock Reality Club umumkan album keempat sekaligus bergabung dengan manajemen Sun Eater.

RADARTUBAN – Grup musik Reality Club, band indie rock asal Indonesia yang dibentuk pada 16 April, baru-baru ini membagikan detail eksklusif tentang album keempat mereka sekaligus mengumumkan perubahan besar dalam manajemen.

Band yang digawangi Faiz Novascotia Saripudin (vokal/gitar), Era Patigo Rizky (drum), Fathia Izzati atau Chia (vokal/keyboard), dan Nugi Wicaksono (bass) itu berbicara terbuka mengenai perjalanan kreatif terbaru mereka dalam sesi wawancara di kanal YouTube Indomusik Talk.

Dalam perbincangan santai tersebut, mereka membahas transisi kreatif, strategi bisnis, hingga fakta unik bahwa seluruh personel merupakan alumni Fakultas Hukum dari kampus yang sama.

Baca Juga: Debut Perdana Kylie Jenner di Dunia Musik Lewat Lagu 'Fourth Strike'

Album Keempat: “Who Knows Where Life Will Take You?”

Reality Club menjadwalkan perilisan album keempat mereka bertajuk Who Knows Where Life Will Take You? pada 27 Agustus 2025.

Album ini berisi 13 lagu, termasuk lagu berbahasa Indonesia pertama mereka berjudul “Close to You/Jauh.”

Untuk memperkenalkan era musik baru tersebut, Reality Club lebih dulu merilis dua single, yakni “Quick Love” dan “You Will Find Lovers Like You and Me.”

Lagu kedua, yang memiliki judul panjang, merupakan hasil perenungan pribadi Faiz yang lahir dari momen emosional saat menghadapi perpisahan.

“Di album ini kami tidak mencoba membuktikan apa-apa lagi. Kami hanya ingin bersenang-senang, kembali ke semangat awal, tapi dengan semua pelajaran yang kami dapat selama sembilan tahun berkarya,” ujar Faiz Saripudin, sang vokalis.

Dia menambahkan bahwa album ini merupakan karya terbaik Reality Club sejauh ini.

Rekaman di Bangkok untuk Dapatkan Suasana Baru

Demi menjaga kualitas dan vibe yang otentik, Reality Club memutuskan untuk tidak merekam album ini di Jakarta.

Mereka memilih Tre Recording Studio di Bangkok, Thailand, agar bisa benar-benar lepas dari rutinitas yang dapat mengganggu fokus.

Menurut Nugi Wicaksono, proses rekaman dilakukan dengan metode live tracking dan menghadapi jadwal studio yang cukup ketat, yakni dari pukul 10.00 hingga 17.00.

“Ternyata, dengan batasan waktu seperti itu kami justru jadi lebih fokus. Kami bisa menyelesaikan satu lagu dalam satu hingga dua hari,” ujarnya.

Pindah ke Manajemen Sun Eater

Dalam sesi wawancara yang sama, Reality Club juga mengonfirmasi bahwa mereka kini berstatus independen dan resmi bergabung dengan manajemen Sun Eater setelah menyelesaikan kontrak dengan label sebelumnya.

Sun Eater merupakan perusahaan musik independen hibrida yang didirikan oleh Baskara Putra (Hindia) pada tahun 2019.

Perusahaan ini dikenal tidak hanya sebagai label rekaman, tetapi juga sebagai talent management dan creative content company dengan pendekatan 360 derajat.

Baca Juga: Lomba Sihir Ungkap Jurus Bisnis dan Filosofi Musik: Tak Hanya Soal Lagu, Tapi Soal Cara Bertahan

Beberapa musisi yang bernaung di bawah Sun Eater antara lain .Feast, Hindia, Lomba Sihir, dan Agatha Pricilla.

Visi Sun Eater adalah mengembangkan talenta muda dengan pendekatan modern, berbasis data, dan storytelling, sejalan dengan pandangan mereka bahwa industri saat ini telah bergeser menjadi “industri konten,” bukan semata industri musik.

Faiz mengungkapkan bahwa langkah bergabung dengan Sun Eater terasa alami karena hubungan pertemanan dan kesamaan visi yang sudah terjalin lama.

“Rasanya seperti reuni dengan teman lama. Kami tidak hanya mencari bantuan, tetapi ingin tumbuh bersama,” tuturnya.

Senada dengan itu, Nugi menambahkan bahwa usia dan semangat mereka yang sejalan dengan tim Sun Eater membuat kemitraan ini terasa ideal.

“Kami sama-sama berjuang dari bawah. Harapannya, kerja sama ini bisa membawa Reality Club ke level yang lebih tinggi,” ucapnya.

Konsistensi dan Ciri Khas Reality Club

Berbicara tentang konsistensi bermusik, Reality Club menegaskan bahwa kunci bertahan di industri musik adalah konsistensi dan kerja tim yang saling membangun.

Mereka juga menyoroti ciri khas band yang tetap dipertahankan, yaitu kemampuan menciptakan lagu bertema melankolis dengan melodi yang terdengar bahagia.

“Reality Club selalu tentang keseimbangan antara kesedihan dan keceriaan. Lagu kami mungkin terdengar manis, tapi di dalamnya selalu ada rasa yang dalam,” tutup Faiz. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#musik #bangkok #album #vokalis #Reality Club #fakultas hukum