RADARTUBAN – Langit malam akhir Oktober 2025 akan dihiasi pemandangan langka.
Komet Lemmon (C/2025 A6), salah satu komet baru yang ditemukan awal tahun ini, diprediksi melintas dekat orbit Bumi dan bisa disaksikan langsung oleh masyarakat Indonesia.
Fenomena ini menjadi momen istimewa karena Komet Lemmon memiliki periode orbit sangat panjang, dan baru akan kembali lagi ke sekitar Bumi sekitar 1.300 tahun mendatang.
Baca Juga: Jejak Komet 1861 Muncul Lagi, Begini Penjelasan Ilmiah di Balik Hujan Meteor Lyrid
Melintas Dekat Bumi pada 20 Oktober 2025
Badan riset internasional mencatat, Komet Lemmon mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada 20 Oktober 2025, dengan jarak sekitar 89 juta kilometer.
Meski momen terdekatnya telah berlalu, waktu terbaik untuk menikmati pemandangan ini justru pada akhir Oktober hingga awal November 2025.
“Kondisi langit Indonesia memungkinkan pengamatan terbaik setelah matahari terbenam, terutama di arah barat laut,” ujar pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca Juga: Ambisi China Bangun Konstelasi Superkomputer AI di Orbit Dimulai dengan 12 Satelit
Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang
Dalam kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya, Komet Lemmon dapat terlihat dengan mata telanjang.
Namun, agar detailnya lebih jelas, masyarakat disarankan menggunakan teropong atau teleskop kecil.
Kecerlangan komet diperkirakan berada di kisaran magnitudo +4 hingga +7,3—cukup redup, tapi masih bisa disaksikan dari lokasi terbuka tanpa cahaya buatan.
Pada pertengahan Oktober, posisi komet berada sekitar 1 derajat di atas bintang Cor Caroli di rasi Canes Venatici, dan akan tampak rendah di ufuk barat laut usai matahari terbenam.
Waktu Terbaik Melihat Komet Lemmon
Untuk wilayah Indonesia, pengamatan dapat dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB hingga beberapa jam setelahnya.
Carilah lokasi dengan pemandangan terbuka ke arah barat laut, jauh dari lampu kota.
Bagi pengamat berpengalaman, cahaya kehijauan khas komet juga bisa terlihat samar — warna ini muncul akibat gas karbon yang memantulkan cahaya Matahari di sekitar inti komet.
Fenomena Langka yang Tak Terulang Cepat
Menurut peneliti BRIN, fenomena langka seperti Komet Lemmon hanya terjadi sekali dalam ribuan tahun.
Karena itu, momen ini menjadi kesempatan emas bagi astronom amatir maupun masyarakat umum untuk menyaksikan langsung keindahan langit malam.
“Setelah tahun ini, Komet Lemmon baru akan kembali sekitar 1.300 tahun lagi. Jadi, jangan lewatkan momen langka ini,” jelasnya.
Tips Mengamati Komet Lemmon
- Pilih lokasi jauh dari polusi cahaya (pantai, perbukitan, atau pedesaan).
- Arahkan pandangan ke barat laut setelah matahari terbenam.
- Gunakan teropong atau teleskop kecil untuk hasil lebih jelas.
- Siapkan kamera atau ponsel dengan tripod untuk mengabadikan momen langka ini.
Fenomena Komet Lemmon 2025 menjadi suguhan alam yang tak hanya memukau, tetapi juga mengingatkan manusia pada luasnya jagat raya yang masih menyimpan banyak misteri. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni