RADARTUBAN - Di era digital, jatuh cinta bisa terjadi lewat layar. Chat tiap malam, tukar foto, saling curhat, lalu tiba-tiba “jadian.”
Rasanya dekat, padahal belum pernah bertemu. Rasanya percaya, padahal belum tahu siapa sebenarnya.
Sebenarnya nggak masalah juga. Hanya saja, jika di tengah perjalanan itu kemudian muncul permintaan: “Aku lagi butuh banget, bisa transfer dulu nggak?”
Kalimat yang terdengar manis, tapi bisa jadi awal dari kisah pahit.
Cinta Tidak Seharusnya Dimulai dengan Transfer
Sekali lagi, jangan salah paham. Bukan berarti semua hubungan online itu palsu.
Tapi ketika uang mulai masuk dalam percakapan, kamu harus waspada.
Karena cinta yang sehat tidak dimulai dengan permintaan dana.
Apalagi kalau kamu belum pernah bertemu langsung, belum tahu latar belakangnya, dan belum punya jaminan apa pun.
Transfer duit ke orang yang cuma kenal online, walau sudah “jadian,” adalah keputusan yang terlalu berisiko.
Karena kalau ternyata dia menghilang, kamu bukan cuma kehilangan uang, tapi juga kepercayaan.
Modus yang Terus Berulang
Banyak kasus penipuan bermula dari hubungan online.
Pelaku membangun kedekatan, menciptakan rasa percaya, lalu mulai meminta bantuan finansial.
Alasannya bisa macam-macam: sakit, keluarga, kerjaan, bahkan tiket untuk ketemu kamu.
Dan karena kamu sudah terlanjur sayang, kamu percaya. Kamu transfer. Lalu dia hilang.
Dan kamu tinggal dengan rasa kecewa yang tidak bisa diklaim ke bank.
Jangan Biarkan Rasa Sayang Mengalahkan Logika
Cinta itu indah, tapi jangan sampai membutakan. Kalau kamu belum pernah bertemu, belum tahu identitas jelas, dan belum punya bukti nyata, maka jangan transfer uang.
Tidak peduli seberapa dekat kalian di chat.
Tidak peduli seberapa sering dia bilang “sayang.”
Karena cinta yang tulus tidak akan memaksa. Dan orang yang benar-benar peduli tidak akan menjadikan kamu ATM berjalan.
Sayang Boleh, Transfer Jangan Dulu
Jadi, pegang satu prinsip ini baik-baik: Jangan pernah transfer duit ke orang yang cuma kenal online. Bahkan meski kalian sudah “jadian.”
Kalau memang serius, buktikan dulu dengan pertemuan nyata, komitmen jelas, dan hubungan yang sehat. Karena cinta itu soal rasa, bukan rekening. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama