RADARTUBAN - Terdapat persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa anak cibi, yaitu anak dengan kemampuan cerdas dan bakat istimewa, termasuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus.
Namun, apakah pandangan tersebut benar? Psikolog pendidikan Gretta Ludwina, M.Psi, memberikan penjelasan terkait isu ini.
Anak cibi adalah anak yang memiliki IQ minimal 130 dengan kemampuan intelektual, kreativitas, dan komitmen terhadap tugas yang jauh di atas anak seusianya.
Meski demikian, Gretta menegaskan bahwa anak cibi berbeda dengan anak yang memiliki spektrum autisme, meski keduanya terkadang mengalami kesalahpahaman di masyarakat.
Anak cibi memang terkadang membutuhkan penanganan khusus dalam pengembangannya karena memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.
Mereka sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan membutuhkan dukungan lingkungan agar dapat mengembangkan potensi secara optimal.
Beberapa ciri anak cibi menurut Gretta antara lain
* kemampuan berbicara dan membaca yang muncul lebih dini dari anak seusianya.
* melakukan aktivitas yang jarang dilakukan anak lain.
* serta pemahaman moral yang lebih mendalam.
Anak-anak ini juga dikenal memiliki kepekaan tinggi, rasa ingin tahu besar, dan kemampuan fokus yang kuat.
Meskipun terkadang berpotensi sulit menyesuaikan diri dengan teman sebaya.
Secara umum, anak CIBI dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus bukan karena disabilitas.
Tetapi karena mereka memerlukan pendekatan dan layanan khusus dalam pendidikan agar potensi istimewa mereka dapat berkembang secara maksimal.
Dengan demikian, anak CIBI memang termasuk dalam anak berkebutuhan khusus, bukan dari sisi keterbatasan, namun kebutuhan pendampingan khusus yang berbeda dari anak pada umumnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama