RADARTUBAN - Langit malam di bulan November 2025 akan dipenuhi dengan fenomena astronomi menarik.
Tiga hujan meteor dan barisan planet akan menjadi tontonan langka bagi para pengamat langit di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut penjelasan pegiat Komunitas Langit Selatan Bandung, Avivah Yamani, hujan meteor Leonid akan berlangsung mulai 3 November hingga 2 Desember 2025, dengan puncaknya terjadi pada 17 hingga 18 November.
“Sekitar sepuluh meteor per jam akan tampak melesat di langit timur saat rasi bintang Leo muncul sekitar pukul 00.20 WIB,” ujar Avivah.
Selain Leonid, ada pula hujan meteor Taurid Utara yang dapat diamati sejak 13 Oktober hingga 2 Desember 2025.
Fenomena yang berasal dari rasi bintang Taurus ini akan mencapai puncaknya pada 12 November, dengan intensitas sekitar lima meteor per jam, disertai kemungkinan munculnya bola api terang.
Pengamatan terbaik dapat dilakukan sejak matahari terbenam hingga menjelang fajar.
Fenomena hujan meteor berikutnya adalah Alpha-Monocerotid, yang dapat diamati pada 15–25 November.
Puncaknya diperkirakan terjadi pada 21 November 2025 dengan intensitas sekitar lima meteor per jam, terlihat di langit timur mulai pukul 21.33 WIB hingga menjelang pagi.
Selain hujan meteor, pengamat langit juga dapat menyaksikan kehadiran komet C/2025 A6 (Lemmon) di langit barat setelah matahari terbenam sepanjang bulan November.
Komunitas Langit Selatan juga mengumumkan bahwa fenomena bulan purnama akan terjadi pada Rabu, 5 November 2025.
Sehari kemudian, Kamis, 6 November, Bulan akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi atau perigee, yakni sejauh 356.833 kilometer.
Menariknya, pada 10 November, Bulan akan tampak berdekatan dengan Jupiter di arah timur sekitar pukul 22.00 WIB.
Kemudian pada 29 November, Bulan akan terlihat dekat dengan Saturnus di arah tenggara setelah matahari terbenam hingga tengah malam.
Tak hanya itu, parade planet juga akan menghiasi langit sepanjang bulan ini. Merkurius dan Mars dapat diamati setelah matahari terbenam, sementara Venus akan tampak rendah di langit timur menjelang matahari terbit.
Bulan diperkirakan akan berpapasan dengan Venus menjelang akhir November.
Planet raksasa Jupiter dapat diamati mulai tengah malam hingga fajar di rasi Gemini dan diprediksi akan tampak berdekatan dengan Bulan pada pekan depan.
Sedangkan Saturnus, dengan cincin khasnya, bisa diamati sejak matahari terbenam hingga lewat tengah malam di rasi Aquarius, dan akan berpapasan dengan Bulan pada awal serta akhir bulan November.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni