Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penelitian Terbaru Temukan Bahwa Terdapat Simpanse Yang Mirip Dengan Manusia, Berikut Penjelasannya

Ika Nur Jannah • Sabtu, 15 November 2025 | 21:10 WIB
Studi di Uganda menunjukkan simpanse dapat menilai bukti kuat dan lemah, serta mengubah keputusan seperti manusia
Studi di Uganda menunjukkan simpanse dapat menilai bukti kuat dan lemah, serta mengubah keputusan seperti manusia

RADARTUBAN – Kebingungan atau perubahan keyakinan ternyata tidak hanya dirasakan oleh manusia saja.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa simpanse juga memiliki kemampuan serupa, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science mengungkapkan bahwa hewan satu ini memiliki sifat antropomorfik, yakni mampu menyesuaikan keyakinan mereka ketika dihadapkan pada bukti baru.

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menelusuri sifat rasionalitas, yang didefinisikan sebagai kemampuan membentuk keyakinan berdasarkan bukti, serta mempertimbangkan ulang ketika muncul bukti lain yang lebih kuat, dengan kata lain, simpanse dapat mengganti keyakinan sebelumnya jika bukti baru dianggap lebih meyakinkan.

Hanna Schleihauf, psikolog dari Universitas Utrecht, bersama timnya melakukan lima eksperimen di suaka Pulau Ngamba, Uganda.

Dalam percobaan yang dilakukan apel disembunyikan di dalam kotak, kemudian mereka melakukan pengamatan terkait dengan bagaimana simpanse menentukan pilihan berdasarkan bukti yang tersedia.

Bukti yang diberikan antara lain simpanse melihat manusia memasukkan apel ke kotak, atau melihat apel langsung melalui sisi kotak yang transparan.

Ada juga bukti lemah, seperti mendengar suara dari dalam kotak atau melihat remahan apel.

Hasilnya, pada dua percobaan awal, simpanse cenderung mempertahankan pilihan pertama ketika bukti kuat muncul lebih dulu.

Namun, jika bukti lemah ditampilkan sebelum bukti kuat, mereka bisa mengubah keputusan, sebagaimana dilaporkan Science Alert pada Jumat (14/11).

Dalam percobaan yang kedua, simpanse cenderung memilih kotak dengan bukti lemah ketika ada tambahan kotak tanpa bukti sama sekali.

Ketika peneliti menampilkan bukti lemah yang bersifat baru maupun berulang, simpanse lebih sering memilih bukti baru dan mampu membedakannya dari bukti yang sudah pernah diberikan sebelumnya.

Pada tahap akhir, simpanse diperlihatkan bahwa bukti sebelumnya bisa keliru, misalnya bukan apel yang sebenarnya. Hasilnya, mereka lebih sering mengubah keputusan dan berusaha menolak bukti yang menyesatkan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan simpanse ternyata lebih dekat dengan definisi kecerdasan manusia daripada yang selama ini diperkirakan, hewan tersebut mampu mempertimbangkan serta membandingkan bukti yang tersedia sebelum mengambil keputusan.

"Saya pikir ada perbedaan besar antara kita, namun lebih banyak kesamaan daripada yang diduga," ujar peneliti. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#simpanse #penelitian #science #manusia