Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jasad Pria Ditemukan di Rumah Penuh Sampah, Pakar Jelaskan Bahaya Hoarding Disorder

Alifah Nurlias Tanti • Minggu, 16 November 2025 | 21:05 WIB
Ilustrasi kondisi kamar orang yang mengalami hoarding disorder.
Ilustrasi kondisi kamar orang yang mengalami hoarding disorder.

RADARTUBAN- Punya rumah yang bersih itu bukan cuma soal rapi, tapi juga soal hidup yang lebih sehat dan nyaman.

Debu, kotoran, atau bau yang menumpuk bisa bikin sesak napas dan memicu alergi.

Sebaliknya, ruangan yang tertata rapi bikin mata lebih adem, hati lebih tenang, dan pikiran jadi lebih ringan.

Tempat tinggal yang bersih ibarat ruang aman bikin kita betah, lebih produktif, dan mendukung kesehatan mental sehari-hari.

Temuan Kasus Viral Belakangan Ini

Belakangan, sejumlah kasus di Indonesia menunjukkan pola yang mirip. Salah satunya terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Warga Desa Sukoharjo digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria berusia 50 tahun, berinisial YL, pada Sabtu (25/10).

Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, jasad korban ditemukan di dalam rumahnya sendiri, di antara tumpukan sampah kemasan makanan dan barang-barang bekas yang hampir memenuhi seluruh ruangan.

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa korban mengalami hoarding disorder, sebuah gangguan mental yang membuat penderitanya kesulitan berhenti menimbun barang hingga tahap yang berat.

Penjelasan Mengenai Hoarding Disorder

Malas membersihkan rumah memang kebiasaan buruk, tapi jangan disamakan dengan kondisi yang dialami penderita hoarding disorder.

Gangguan mental ini bukan sekadar soal enggan beres-beres, melainkan dorongan kuat untuk terus menyimpan dan menumpuk barang.

Menurut Alodokter, orang dengan hoarding disorder merasa setiap benda punya arti: bisa berguna suatu hari nanti, punya nilai emosional, atau memberi rasa aman jika tetap disimpan.

Akibatnya, rumah mereka bisa penuh sesak oleh barang-barang yang sulit dilepaskan.

Orang dengan hoarding disorder sering kali sulit berhenti mengumpulkan barang. Awalnya mungkin terlihat wajar seperti menyimpan buku atau komik.

Namun, lama-kelamaan barang yang dikumpulkan bisa meluas hingga hal-hal yang sebenarnya tidak lagi berguna, bahkan sampah sehari-hari.

Penyebab Hoarding Disorder

Hingga kini, penyebab pasti hoarding disorder belum bisa dipastikan. Namun, ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih rentan mengalaminya.

Gangguan ini sering muncul pada orang dengan kondisi mental lain, seperti depresi, skizofrenia, atau OCD.

Risiko juga bisa meningkat bila seseorang tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak terbiasa memilah barang, atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat serupa.

Upaya Pengobatan Penderita Hoarding Disorder

Hoarding disorder bukan kondisi yang tak bisa diatasi.

Dengan bantuan psikoterapi dan obat, penderita bisa belajar mengendalikan dorongan menimbun.

Melalui terapi perilaku kognitif, pasien dibimbing untuk perlahan melepaskan barang-barang yang menumpuk dan menemukan kembali ruang hidup yang lebih lega.

Proses ini biasanya melibatkan keluarga atau orang terdekat, karena dukungan mereka sangat penting untuk menjaga perubahan perilaku.

Jika penderita juga mengalami depresi atau kecemasan, dokter dapat menambahkan obat antidepresan tertentu untuk membantu pemulihan.

Pemulihan hoarding disorder bisa didukung dengan langkah mandiri di rumah. Caranya, buat daftar barang dan kelompokkan sesuai kebutuhan.

Bersihkan secara bertahap, misalnya dengan membuang beberapa benda setiap hari atau menargetkan satu ruangan per minggu.

Metode ini membantu penderita hoarding disorder, sekaligus menjadi kebiasaan baik bagi siapa saja yang ingin lebih disiplin dan terorganisir. (*)

MEMUKAU: Kontingen PT Gudang Garam Tbk tampil all out di Dhoho Nite Carnival.
MEMUKAU: Kontingen PT Gudang Garam Tbk tampil all out di Dhoho Nite Carnival.
Editor : Yudha Satria Aditama
#hoarding disorder #pati #pakar #gejala #penjara #gangguan #kamar