RADARTUBAN - Mall biasanya identik dengan gaya berpakaian rapi, sepatu keren, atau penampilan yang dianggap “pantas” untuk ruang publik modern.
Namun di Surabaya, ada fenomena menarik: banyak orang datang ke mall hanya dengan sandal jepit. Sekilas terlihat sederhana, bahkan dianggap terlalu santai.
Tapi nyatanya, mereka tetap tampil percaya diri dan tidak terlihat “gembel” sama sekali.
Fenomena ini menunjukkan bahwa mall bukan lagi sekadar ruang eksklusif, melainkan tempat yang lebih cair, di mana gaya santai bisa diterima.
Baca Juga: Viral di Mall, Istilah Kocak ROJALI, ROHANA, hingga ROHALUS Mewakili Pengunjung ‘Cuma Lewat
Surabaya dan Budaya Santai
Surabaya dikenal sebagai kota besar dengan ritme hidup yang cepat, tapi warganya punya gaya khas: apa adanya dan santai.
Sandal jepit di mall adalah cerminan budaya itu. Orang datang bukan untuk pamer penampilan, melainkan untuk menikmati waktu, belanja, atau sekadar nongkrong.
Di kota lain, mungkin sandal jepit dianggap kurang pantas. Tapi di Surabaya, ia justru jadi bagian dari keseharian. Mall bukan lagi ruang formal, melainkan ruang publik yang terbuka untuk semua gaya.
Baca Juga: Tunjungan Plaza, Mall Tertua di Jawa Timur yang Masih Jadi Ikon Gaya Hidup Modern Warga Surabaya
Nyaman tapi Tetap Stylish
Sandal jepit memang sederhana, tapi bukan berarti tidak bisa stylish. Banyak merek kini menghadirkan sandal jepit dengan desain modern, warna menarik, dan kualitas premium. Dipadukan dengan outfit kasual, sandal jepit bisa tetap terlihat keren.
Itulah sebabnya, meski banyak orang datang ke mall dengan sandal jepit, mereka tidak terlihat berantakan.
Justru ada kesan santai, ringan, dan sesuai dengan suasana Surabaya yang egaliter.
Fenomena sandal jepit di mall Surabaya adalah bukti bahwa gaya berpakaian tidak harus selalu formal. Nyaman dan santai bisa tetap stylish, selama dipadukan dengan percaya diri.
Mall bukan lagi ruang eksklusif, melainkan ruang publik yang menerima berbagai gaya.
Jadi, jangan heran kalau di Surabaya banyak orang jalan-jalan di mall dengan sandal jepit. Bukan tanda “gembel”, melainkan tanda bahwa gaya santai bisa tetap punya tempat di ruang modern. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni