Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Berita Kepada Kawan: Karya Abadi Ebiet G. Ade yang Mengisahkan Luka Bencana dan Seruan Peduli Alam

Bihan Mokodompit • Sabtu, 6 Desember 2025 | 03:15 WIB
Ebiet G Ade, Penyanyi lagu Berita Kepada Kawan, lagu yang selalu relevan saat bencana
Ebiet G Ade, Penyanyi lagu Berita Kepada Kawan, lagu yang selalu relevan saat bencana

RADARTUBAN - Lagu Berita Kepada Kawan menghadirkan pesan mendalam tentang duka dan penderitaan korban bencana alam di Indonesia.

Lagu ini berhasil membangkitkan empati kolektif, dan tetap relevan sampai saat ini sebagai suara yang menggugah nurani saat negeri dilanda musibah.

Asal Usul dan Inspirasi Lagu

Berita Kepada Kawan ditulis oleh Ebiet G. Ade setelah peristiwa tragedi alam di Kawah Sinila, Dieng pada 1979. di mana erupsi dan keluarnya gas beracun menyebabkan banyak korban jiwa.

Lagu ini kemudian dirilis dalam album Camellia II pada tahun 1979.

Dengan latar tragedi nyata tersebut, lagu ini menjadi bentuk empati dan kepedulian dari Ebiet terhadap korban, serta pengingat bagi publik bahwa alam tidak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Lagu Selamat Ulang Tahun, Benarkah Sejarahnya Berasal dari Masa Kolonial Belanda?

Makna Lirik: Kesedihan, Kepedulian, dan Refleksi

Lirik lagu Berita Kepada Kawan menampilkan gambaran pilu tentang penderitaan pasca-bencana: tanah kering, bebatuan, rerumputan yang gersang, dan anak-anak atau keluarga yang kehilangan sanak-saudara.

Lirik seperti “Bapak ibunya telah lama mati ditelan bencana tanah ini” menunjukkan bahwa penyanyi berusaha menyampaikan kabar buruk kepada sahabatnya, bahwa rumah, keluarga, dan kehidupan hancur karena bencana.

Di bagian akhir, ada renungan dan pertanyaan moral, apakah bencana ini akibat ulah manusia yang lalai terhadap alam? Ataukah alam sudah bosan melihat perilaku manusia?

Melalui bait “mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita … atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita”, Ebiet ingin mengingatkan kita: bahwa alam punya harga, dan manusia perlu introspeksi.

Dengan begitu, lagu ini tak hanya soal kesedihan, tetapi ajakan untuk peduli, untuk merasa bersama korban, dan untuk tidak menganggap remeh bencana alam.

Mengapa Berita Kepada Kawan Tetap Relevan

Sejak pertama dirilis pada 1979, lagu ini sering diputar ulang terutama ketika terjadi bencana alam di Indonesia.

Pesan empati dan kemanusiaannya membuat lagu ini relevan lintas generasi dan situasi.

Kekuatan lagu ini terletak pada kepekaan Sosial dan alam, sesuatu yang terus menjadi isu penting di Indonesia.

Melalui musik dan lirik puitis, Ebiet G. Ade berhasil memadukan rasa duka, kehilangan, dan ajakan introspeksi dalam satu karya.

Karenanya, Berita Kepada Kawan bukan sekadar lagu nostalgia, tapi karya yang terus menjadi pengingat bahwa manusia dan alam tidak bisa dipisahkan.

Makna yang Bisa Dipetik Pendengar Saat Ini

• Lagu ini mengajarkan empati terhadap korban bencana, mendengarnya bukan sekadar kenangan, tetapi refleksi sosial.

• Memunculkan kesadaran bahwa alam perlu dijaga; bencana bisa jadi peringatan atas kelalaian manusia.

• Memberi ruang untuk introspeksi, baik secara pribadi maupun kolektif, tentang hubungan manusia dengan alam dan sesama.

Berita Kepada Kawan adalah bukti bagaimana musik bisa menjadi medium untuk menyuarakan keresahan, duka, dan harapan. E

biet G. Ade, lewat lagu ini, menunjukkan bahwa seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga panggilan nurani. Di tengah bencana dan duka, lagu ini mengingatkan kita untuk tetap peduli, berbagi empati, dan menjaga alam serta kemanusiaan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#simpati #berita kepada kawan #Kepekaan Sosial #ebit g ade #lirik lagu berita kepada kawan #lagu berita kepada kawan #bencana alam