RADARTUBAN - Setelah sukses tayang di bioskop selama hampir sebulan, terungkap detail di balik layar produksi film komedi Agak Laen 2 Menyala Pantiku.
Kesuksesan luar biasa film pertama justru membawa beban berat bagi tim produksi, terutama dalam aspek penulisan skenario.
Informasi ini disampaikan oleh penulis sekaligus sutradara film, Muhadkly Acho, dalam sebuah podcast yang ditayangkan di kanal YouTube Di Belakang Layar (24/11).
Sutradara tersebut mengaku bahwa target utama mereka bukanlah mengulang perolehan 9 juta penonton, melainkan memastikan kualitas kreatif cerita kedua tidak mengecewakan.
Tekanan kreatif menjadi tantangan terbesar yang dihadapi tim. Sutradara mengakui adanya perbandingan yang tak terhindarkan dari penonton terhadap film sebelumnya yang telah menjadi fenomena.
"Dibanding pressure jumlah penonton, lebih pressure penulisan sebetulnya, karena kan, ekspektasi yang berat tuh sebetulnya yang lebih besar dari jumlah penonton," ungkap Acho, menjelaskan kesulitan mempertahankan standar komedi.
Ia menambahkan bahwa film kedua ini menjadi penentu apakah kisah ini layak dikembangkan menjadi seri panjang film komedi yang berkelanjutan.
Salah satu keputusan kreatif yang diambil adalah mematahkan anggapan bahwa Agak Laen harus selalu bergenre horor-komedi.
Film ini tidak dirancang sebagai sekuel langsung dari cerita rumah hantu, melainkan cerita baru dengan karakter yang sama, mengadopsi format yang telah sukses diterapkan oleh seri film komedi terdahulu.
Untuk menghadirkan premis segar, tim memilih ‘panti jompo’ sebagai latar utama yang jarang dieksplorasi dalam genre komedi.
Kontras inilah yang melahirkan cerita tentang empat tokoh utama yang terpaksa menyamar sebagai “intel” di panti jompo dalam situasi mendesak.
Proses penulisan skenario dilakukan dengan sangat ketat. Penulis mengaku sering menghapus adegan yang ia ciptakan jika ia merasa adegan tersebut tidak lebih lucu dari adegan di film pertama.
"Setiap kali gua nulis nih ah ini lucu nih. Tapi coba bayangin lagi sama yang adegan digantung? Oh enggak lucuan yang pertama. Ah, ganti deh," ujar Acho, menggambarkan betapa tingginya standar yang ia terapkan untuk setiap lelucon.
Selain itu, skenario komedi ini juga dibuat dengan perencanaan matang dan sangat menghindari improvisasi di lokasi syuting.
Setiap timing dan punchline telah diformulasikan secara detail sejak sesi reading bersama para aktor.
Acho menekankan bahwa lokasi syuting adalah waktu untuk memberikan delivery yang tepat, bukan mencari komedi.
"Gua sangat menghindari ada banyak improvisasi saat syuting karena syuting itu bukan waktunya mencari improvisasi," katanya, menekankan pentingnya persiapan yang matang.
Meskipun menghadapi beban yang berat, seluruh tim telah berkomitmen bahwa film Agak Laen 3 dipastikan akan diproduksi, terlepas dari hasil box office film kedua.
Komitmen ini menunjukkan keyakinan mereka terhadap potensi franchise dan chemistry para pemain utamanya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni