RADARTUBAN - Cuttlefish merupakan salah satu hewan laut yang menarik perhatian para ilmuwan karena tingkat kecerdasannya yang tidak biasa dibandingkan invertebrata lain.
Hewan laut yang juga dikenal sebagai sotong ini masih satu keluarga dengan cumi-cumi dan gurita dalam kelompok cephalopoda.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa cuttlefish memiliki kemampuan kognitif yang kompleks dan perilaku yang tidak sekadar berbasis naluri.
Cuttlefish dalam Pandangan Ilmu Evolusi
Charles Darwin menjadi salah satu tokoh penting yang pernah menyinggung kecerdasan cephalopoda dalam pembahasan evolusi.
Darwin melihat cephalopoda sebagai bentuk kecerdasan yang berkembang melalui jalur evolusi berbeda dari manusia dan vertebrata lain.
Dia menilai kemampuan adaptasi dan perilaku kompleks cephalopoda sebagai anomali menarik dalam teori evolusi.
Kecerdasan Cuttlefish Menurut Peneliti Modern
Penelitian modern memperkuat pandangan bahwa kecerdasan cuttlefish bukan sekadar asumsi.
Filsuf sains Peter Godfrey-Smith dalam bukunya Other Minds menyebut cephalopoda sebagai bentuk kecerdasan alternatif.
“Cephalopoda menunjukkan bentuk kecerdasan yang berevolusi secara independen dari vertebrata," kata dia.
Pernyataan tersebut merujuk pada sistem saraf dan cara berpikir cephalopoda yang berkembang tanpa tulang belakang.
Perilaku Cuttlefish yang Kompleks
Perilaku cuttlefish menjadi salah satu indikator utama tingkat kecerdasannya.
Cuttlefish mampu mengubah warna, pola, dan tekstur kulit dalam waktu sangat singkat.
Kemampuan tersebut digunakan untuk kamuflase, komunikasi, hingga strategi bertahan hidup.
Dalam konteks sosial, perilaku cuttlefish bahkan mencerminkan tindakan manipulatif.
Beberapa cuttlefish jantan diketahui berpura-pura menjadi betina demi menghindari konflik dengan pejantan lain.
Kemampuan Belajar dan Mengingat
Kecerdasan cuttlefish juga terlihat dari kemampuan belajar dan daya ingat.
Penelitian menunjukkan cuttlefish mampu mengingat lokasi makanan dan pengalaman sebelumnya.
Hewan ini juga dapat menunda kepuasan demi mendapatkan makanan yang lebih baik di kemudian waktu.
Kemampuan tersebut menunjukkan adanya perencanaan dan pengendalian diri.
Cephalopoda Cerdas dan Sistem Saraf Unik
Cephalopoda cerdas memiliki sistem saraf yang sangat berbeda dari manusia.
Sebagian besar neuron pada cephalopoda tidak hanya terpusat di otak.
Neuron tersebut tersebar hingga ke lengan dan jaringan tubuh lainnya.
Kondisi ini membuat cephalopoda cerdas mampu mengambil keputusan secara cepat dan fleksibel.
Pandangan Ilmuwan tentang Masa Depan Studi Cuttlefish
Ahli perilaku hewan laut Jennifer Mather menilai cephalopoda sebagai makhluk yang benar-benar memproses informasi.
Ia menyatakan, “Cephalopoda bukanlah hewan refleks semata, melainkan hewan yang belajar dan mengambil keputusan.”
Pandangan ini memperkuat posisi cuttlefish sebagai subjek penting dalam studi kecerdasan hewan.
Kesimpulan
Cuttlefish bukan hanya hewan laut biasa dengan kemampuan kamuflase.
Kecerdasan cuttlefish, perilaku cuttlefish, dan karakteristik cephalopoda cerdas menjadikannya salah satu makhluk paling unik di lautan.
Pandangan Charles Darwin hingga ilmuwan modern menunjukkan bahwa kecerdasan dapat muncul melalui berbagai jalur evolusi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama