RADARTUBAN- Sebelum seseorang bisa bekerja, biasanya ada beberapa tahap yang harus dilalui.
Mulai dari tes, wawancara, hingga pelatihan. Setelah semua proses itu selesai, barulah kita akan mengetahui apakah diterima atau tidak.
Begitu juga dengan profesi polisi. Untuk bisa mengenakan seragam kebanggaan itu, langkah pertama adalah masuk ke akademi kepolisian.
Menjadi seorang polisi bukanlah hal yang mudah. Proses seleksinya ketat, dan setelah lulus pun para polisi harus siap ditempatkan di berbagai lokasi yang penuh tantangan.
Qin Feng (Liu Haoran) adalah salah satu pemuda yang gagal menembus Akademi Kepolisian Tiongkok. Kegagalan itu tentu membuatnya kecewa.
Untuk menghibur hati cucunya, sang nenek pun mengirim Qin Feng berlibur ke Bangkok selama enam hari.
Awalnya, Qin Feng membayangkan sosok Tang Ren sebagai polisi teladan—tegas, disiplin, dan penuh wibawa.
Namun kenyataan yang ia temui justru jauh berbeda. Tang Ren ternyata adalah kebalikan dari semua ekspektasi tersebut: ceroboh, penuh akal-akalan, dan lebih sering menimbulkan masalah daripada menyelesaikannya.
Malam itu pun menjadi pengalaman baru bagi Qin Feng—untuk pertama kalinya dia merasakan mabuk, sebuah sensasi yang sama sekali belum pernah dialaminya sebelumnya.
Tak berhenti sampai di klub malam, Tang Ren juga mengajak Qin Feng berkeliling sambil menjalankan “pekerjaannya.” Namun pekerjaan itu bukanlah tugas polisi yang sesungguhnya, melainkan tipu muslihat.
Sejak awal tiba di Bangkok, Qin Feng sudah membawa hati yang berat karena kegagalannya masuk akademi kepolisian.
Alih-alih terhibur, ia justru semakin kesal dan kecewa melihat tingkah kerabatnya, Tang Ren, yang sama sekali tidak menunjukkan sikap seorang polisi sejati.
Bagi Feng, sikap Tang Ren yang sembrono dan tidak bekerja dengan benar hanya menambah beban pikirannya.
Anehnya, pengalaman baru yang penuh kejutan itu justru membangkitkan semangat Qin Feng.
Alih-alih memilih kabur dari segala kekacauan, ia malah mendorong Tang Ren untuk tetap tinggal dan menghadapi kasus yang ada.
Bagi Feng, ini adalah kesempatan untuk membuktikan dirinya—menjalankan tugas layaknya seorang polisi, meski ia belum resmi mengenakan seragam.
Prestasi Detective Chinatown tidak berhenti hanya sebagai film hiburan. Karya ini juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi.
Pada ajang Golden Horse Award 2016, film ini menyabet penghargaan untuk Koreografi Aksi Terbaik berkat adegan-adegan laga yang memukau. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama