RADARTUBAN - Kenapa kita tidak menunggangi zebra menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika melihat bentuk tubuh hewan ini yang sekilas tampak seperti kuda.
Secara tampilan, zebra memang memiliki kemiripan dengan kuda karena sama-sama berasal dari genus Equus.
Namun, dalam praktiknya, zebra tidak dapat dijadikan sebagai hewan tunggangan seperti kuda.
Perbedaan Zebra dan Kuda dalam Proses Domestikasi
Zebra seperti Equus quagga memiliki karakter yang berbeda dengan kuda domestik seperti Equus ferus caballus.
Zebra dikenal memiliki temperamen yang lebih agresif.
Sifat ini membuat proses domestikasi zebra menjadi sangat sulit dilakukan.
Kuda memiliki struktur sosial yang memudahkan mereka mengikuti pemimpin dalam kelompok.
Zebra cenderung lebih defensif dalam menghadapi ancaman.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor utama kenapa kita tidak menunggangi zebra sebagai hewan tunggangan.
Struktur Tubuh Zebra Tidak Cocok untuk Ditunggangi
Selain perilaku, faktor anatomi juga berperan dalam domestikasi zebra.
Zebra memiliki tulang belakang yang lebih pendek dibandingkan kuda.
Kondisi ini membuat zebra tidak mampu menopang beban berat dalam waktu lama.
Otot punggung zebra juga tidak sekuat kuda.
Hal ini menjadikan zebra kurang ideal untuk digunakan sebagai hewan tunggangan.
Kondisi anatomi ini memperkuat alasan kenapa kita tidak menunggangi zebra.
Upaya Domestikasi Zebra dalam Sejarah
Upaya domestikasi zebra pernah dilakukan oleh Walter Rothschild pada awal abad ke-20.
Ia mencoba menggunakan zebra untuk menarik kereta sebagai alat transportasi alternatif.
Dalam laporan ilmiah yang dipublikasikan oleh Smithsonian Institution disebutkan:
“Rothschild berhasil melatih zebra untuk menarik kereta, tetapi hewan tersebut tidak dapat diprediksi dan sulit dikendalikan.”
Percobaan tersebut menunjukkan bahwa domestikasi zebra tidak dapat dilakukan secara konsisten.
Zebra tetap mempertahankan naluri liar meskipun telah dilatih.
Hal ini menjadi bukti ilmiah kenapa kita tidak menunggangi zebra hingga saat ini.
Evolusi Zebra sebagai Hewan Liar
Zebra berevolusi untuk bertahan hidup dari predator di alam liar.
Mekanisme pertahanan mereka membuat zebra lebih waspada terhadap ancaman.
Respons agresif menjadi bagian dari strategi bertahan hidup zebra.
Hal ini berbeda dengan kuda yang telah lama hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan tunggangan.
Proses domestikasi zebra tidak mengalami perkembangan seperti pada kuda.
Karena itu, zebra dan kuda memiliki fungsi yang berbeda dalam kehidupan manusia.
Ada banyak faktor ilmiah yang menjelaskan kenapa kita tidak menunggangi zebra.
Mulai dari perilaku agresif hingga keterbatasan anatomi tubuh.
Upaya domestikasi zebra yang pernah dilakukan juga tidak memberikan hasil jangka panjang.
Zebra tetap menjadi hewan liar yang sulit dijadikan hewan tunggangan.
Fakta ini menunjukkan bahwa domestikasi zebra bukanlah hal yang mudah meskipun secara fisik menyerupai kuda pada umumnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni