Dalam sebuah obrolan mendalam di kanal YouTube Paraswara bersama Cinta Laura, Sandiaga membagikan kisah inspiratifnya saat harus menghadapi titik nadir dalam kariernya akibat krisis moneter 1997-1998 silam.
Sandiaga menceritakan bahwa sebelum menjadi pengusaha besar, ia adalah seorang profesional yang kehilangan pekerjaan saat krisis melanda. "Kesempatan itu sirna dan kita masuk ke dalam krisis ekonomi Asia.
Akhirnya saya kehilangan semuanya, kehilangan penghasilan, tidak memiliki pekerjaan, dan kembali ke titik nol," kenangnya.
Namun, momen pahit itulah yang justru menjadi titik balik baginya untuk terjun ke dunia kewirausahaan karena terpaksa oleh keadaan.
Uang Bisa Dicari, Reputasi Tak Bisa Dibeli
Dalam dunia bisnis yang kompetitif, Sandiaga menekankan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan.
Ada satu kualitas yang menurutnya sering diremehkan namun menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis, yakni integritas.
Baginya, integritas adalah modal utama untuk membangun kepercayaan atau trust dari investor maupun mitra bisnis.
"Uang bisa dicari, tapi reputasi tidak bisa dibeli. Integritas menjadi kunci mendapatkan reputasi," tegas mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut.
Dia mewanti-wanti para pengusaha muda agar tidak tergiur dengan jalan pintas atau cara-cara instan untuk mendapatkan keuntungan.
Tiga Sektor Masa Depan: Hijau, Sehat, dan Digital
Melihat tren ke depan, Sandiaga memetakan tiga klaster ekonomi yang diprediksi akan terus berkembang dan layak menjadi fokus investasi anak muda.
Pertama adalah green economy (ekonomi hijau) yang menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan. Kedua, wellness economy yang berkaitan dengan kualitas hidup dan kesehatan. Ketiga adalah digitalisasi, terutama pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa bisnis dengan tata kelola yang buruk (bad governance) serta bisnis yang merusak lingkungan akan perlahan punah. Menurutnya, masyarakat generasi sekarang jauh lebih peduli terhadap aspek kesehatan dan keberlanjutan.
Pesan untuk Entrepreneur Muda: Fokus pada Skill
Menanggapi kendala yang sering dihadapi UMKM di Indonesia, Sandiaga mengungkapkan bahwa berdasarkan data, masalah utama bukanlah sekadar modal atau pemasaran, melainkan keterampilan (skill).
Tanpa keahlian yang mumpuni, modal besar sekalipun bisa berujung pada kegagalan.
"Punya modal tapi tidak punya skill, itu bencana. Jadi yang perlu diperbaiki nomor satu adalah skill, melalui pelatihan, pendampingan, dan mentoring," jelasnya.
Dia pun kini mendedikasikan waktunya untuk melakukan coaching dan mentoring guna membantu pelaku usaha naik kelas.
Keluarga Tetap yang Utama
Di balik segala kesuksesan material, Sandiaga menutup obrolannya dengan pesan menyentuh tentang keluarga.
Dia mengaku sempat kehilangan banyak waktu berharga bersama anak dan orang tuanya saat sibuk bertugas di pemerintahan. Kini, ia lebih menghargai setiap momen sekecil apa pun bersama orang-orang tercinta.
"Hidup yang baik adalah saat kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Tapi pada akhirnya, yang paling penting adalah orang-orang yang dekat dengan kita," pungkasnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama