RADARTUBAN - Australia menjadi salah satu negara yang aktif mengembangkan teknologi keselamatan jalan raya.
Salah satu inovasi terbaru adalah marka jalan yang dapat menyala dalam gelap tanpa memerlukan listrik tambahan.
Teknologi ini memanfaatkan bahan fotoluminesen yang mampu menyerap cahaya matahari di siang hari dan memancarkannya kembali saat malam.
Marka jalan menyala ini dirancang untuk meningkatkan visibilitas pengendara, terutama di daerah minim penerangan seperti jalan pedesaan atau jalur pegunungan.
Baca Juga: Ledakan Dahsyat! AS Kerahkan 20 Jet Tempur Bombardir Markas ISIS di Suriah
Dengan adanya cahaya alami dari marka tersebut, pengemudi dapat lebih mudah melihat batas jalan, tikungan, dan jalur kendaraan, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Uji coba teknologi ini dilakukan di beberapa wilayah di Australia, termasuk negara bagian Victoria. Hasil awal menunjukkan bahwa marka bercahaya mampu meningkatkan keselamatan berkendara, terutama pada malam hari dan kondisi cuaca buruk.
Selain itu, teknologi ini dinilai lebih hemat energi dibandingkan lampu jalan konvensional.
Dari sisi lingkungan, penggunaan marka jalan menyala juga lebih ramah karena tidak membutuhkan sumber listrik tambahan dan tidak menghasilkan emisi karbon.
Hal ini sejalan dengan upaya global dalam menciptakan infrastruktur berkelanjutan. Namun, masih terdapat beberapa tantangan, seperti daya tahan material terhadap cuaca ekstrem serta biaya produksi yang relatif tinggi.
Meski begitu, para peneliti optimistis bahwa teknologi ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara luas di masa depan.
Inovasi ini menunjukkan bahwa keselamatan jalan tidak selalu bergantung pada teknologi besar, tetapi juga pada solusi sederhana yang efektif.
Jika berhasil diimplementasikan secara luas, marka jalan menyala dapat menjadi standar baru dalam sistem transportasi modern. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama