RADARTUBAN – Banyak orang mendambakan hidup yang lebih tenang, namun sering kali tidak tahu harus memulai dari mana.
Padahal, ketenangan bukan datang dari hidup tanpa masalah, melainkan dari cara seseorang merespons tekanan dalam keseharian.
Dalam kajian psikologi, orang yang jarang mengalami stres ternyata memiliki pola kebiasaan tertentu yang dilakukan secara konsisten.
Kebiasaan sederhana inilah yang menjadi kunci utama mereka tetap tenang meski menghadapi berbagai situasi.
Baca Juga: Dibalik Tawa Boiyen dan Anwar Sanjaya: Cerita Tulang Punggung Keluarga hingga Ketenangan Usai Badai
Memahami pola ini dapat membantu siapa saja untuk mulai mengubah cara berpikir dan bertindak agar hidup terasa lebih damai.
Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (18/4), berikut delapan kebiasaan orang yang tidak mudah stres menurut psikologi.
1. Tidak terburu-buru dalam melakukan sesuatu
Mereka menjalani aktivitas dengan ritme yang lebih teratur dan tidak tergesa-gesa. Bergerak lebih lambat secara sadar membuat pikiran lebih jernih dan membantu menghadapi situasi dengan lebih tenang.
2. Menghindari pemicu kecemasan
Orang yang tidak mudah stres memahami apa saja yang bisa memicu kecemasan dalam diri mereka. Mengurangi kebiasaan seperti konsumsi kafein berlebihan atau merokok menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan emosi.
3. Menerima rasa tidak aman dalam diri
Orang yang tenang tidak berusaha menyembunyikan kekurangan mereka.
Mereka menerima keterbatasan, memperbaiki yang bisa diubah, dan melepaskan hal-hal di luar kendali. Kebiasaan ini membantu mengurangi tekanan batin yang sering muncul akibat menghakimi diri sendiri.
4. Memprioritaskan tidur yang cukup
Tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam menjadi fondasi penting bagi kesehatan mental. Kurang tidur dapat meningkatkan stres, sementara tidur yang cukup membantu menjaga fokus dan kestabilan emosi.
Baca Juga: Musik dan Ketenangan Jiwa: Terapi Sederhana di Tengah Dunia yang Bising
5. Tidak hidup berdasarkan ekspektasi orang lain
Mereka memilih menjalani hidup sesuai keinginan sendiri, bukan tekanan sosial. Dengan memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, mereka lebih siap menghadapi tantangan tanpa merasa tertekan.
6. Membantu orang lain merasa tenang
Mengalihkan perhatian dari diri sendiri dengan membantu orang lain justru memberikan efek positif bagi kesehatan mental. Memberi rasa nyaman kepada orang lain sering kali membuat diri sendiri ikut merasa lebih damai.
7. Lebih banyak menciptakan daripada mengonsumsi
Alih-alih terus menerus mengonsumsi informasi, mereka lebih fokus pada kegiatan produktif dan kreatif. Menciptakan sesuatu memberikan rasa makna yang lebih dalam dan mengurangi kegelisahan.
8. Tidak menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan utama
Orang yang tenang tidak terobsesi untuk selalu merasa bahagia. Mereka fokus pada proses dan aktivitas yang bermakna. Dari situlah kebahagiaan hadir secara alami, bukan sebagai target yang dipaksakan.
Kebiasaan-kebiasaan ini menunjukkan bahwa ketenangan bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil dari pola hidup yang dibangun secara sadar dan konsisten. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama