Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Strategi Jitu Kuasai Digital  Marketing, Fahmi Audi: Jualan  Adalah Ilmu Anti Miskin

Lailatul Khusna Febriyanti • Minggu, 19 April 2026 | 18:44 WIB
Ilustrasi ketika seseorang yang menguasai dunia digital marketing. (FREEPIK)
Ilustrasi ketika seseorang yang menguasai dunia digital marketing. (FREEPIK)

RADARTUBAN – Era disrupsi digital menuntut adaptasi cepat bagi siapa saja yang ingin bertahan di tengah persaingan ekonomi.

Tak sekadar berjualan produk, keahlian pemasaran digital kini menjadi kunci utama dalam membuka keran penghasilan, bahkan hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Praktisi sekaligus edukator digital marketing, Fahmi Audi mengungkapkan bahwa keterampilan menjual adalah fondasi paling dasar yang harus dimiliki setiap orang untuk mengubah taraf hidup.

Menurutnya, memahami ekosistem digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan di masa kini.

Baca Juga: Uni Eropa Desak Google Buka Data Pencarian, Demi Persaingan Digital yang Lebih Adil

Ubah Pola Pikir untuk Perubahan Nasib

Dalam keterangannya, Fahmi menekankan bahwa hambatan terbesar seseorang untuk maju bukanlah masalah teknis, melainkan pola pikir atau mental block.

Banyak orang yang merasa tidak mampu sebelum mencoba, sehingga peluang yang ada di depan mata terbuang sia-sia.

"Yang ingin saya latih adalah ilmu jualannya. Karena saya meyakini ketika ngerti jualan itu insyaallah bisa jualan apapun. Jualan bukan cuma jualan produk, kita kalau mau masuk ke company jualan diri tanda kutip, personal branding itu ilmu wajib untuk kita bisa berubah hidup," tegas Fahmi.

Dia menambahkan, transformasi dari penghasilan kecil menuju besar harus dimulai dari peningkatan kapasitas diri.

Seseorang tidak bisa mengharapkan hasil yang baru jika masih menggunakan cara berpikir yang lama.

Strategi Beriklan dan Organik bagi Pemula

Bagi masyarakat yang ingin memulai namun terkendala modal, Fahmi menyarankan pemanfaatan trafik organik melalui platform yang paling dekat, seperti WhatsApp dan Instagram.

Namun, bagi yang memiliki modal terbatas, penggunaan iklan berbayar atau Ads menjadi solusi yang lebih efisien untuk menjangkau pasar yang lebih luas secara instan.

"Masalah di UMKM itu mereka punya produk tapi enggak ngerti cara jualan. Padahal cara jualan dan cara bikin produk itu dua hal yang berbeda. Saya 12 tahun enggak punya produk, benar-benar cuma jualan produk orang. Fokus di cara jualnya," paparnya.

Baca Juga: Tips Hemat Kuota Ala Anak Kos, Solusi Irit Internet di Tengah Kebutuhan Digital

Sistem kolaborasi seperti affiliate dan dropship juga menjadi rekomendasi utama bagi pemula.

Dengan sistem ini, seseorang tidak perlu memikirkan stok barang maupun logistik, melainkan fokus pada penciptaan konten kreatif yang mampu menarik minat pembeli.

Ilmu Jualan sebagai Solusi Pengangguran

Melalui platform Mahir Digital, Fahmi bercita-cita mencetak satu juta talenta digital pada tahun 2037.

Dia melihat potensi besar di mana setiap individu bisa menjadi penggerak ekonomi dari rumah masing-masing, sekaligus menekan angka pengangguran di Indonesia.

"Kalau kata teman saya, jualan itu sama dengan ilmu anti miskin. Minimal ketika kita bisa jualan, kita bisa hiduplah," pungkasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#dropship #umk #whatsapp #digital marketing #affiliate