RADARTUBAN – Tidak semua orang mampu menghadapi tekanan hidup dengan tetap tenang dan terkendali.
Dalam perspektif psikologi, ketenangan bukanlah bakat bawaan, melainkan hasil dari latihan dan kebiasaan yang dibangun secara konsisten.
Sejumlah kebiasaan sederhana terbukti mampu membantu seseorang mengelola emosi dengan lebih baik. Praktik mindfulness atau kesadaran penuh menjadi kunci utama bagi mereka yang mampu menjaga keseimbangan batin di tengah berbagai situasi.
Dilansir dari laman YourTango pada Senin (20/4), berikut delapan kebiasaan yang umum dimiliki oleh orang-orang yang mampu tetap tenang menurut psikologi.
Baca Juga: Dibalik Tawa Boiyen dan Anwar Sanjaya: Cerita Tulang Punggung Keluarga hingga Ketenangan Usai Badai
1. Bergerak setiap hari
Tubuh manusia membutuhkan aktivitas fisik secara rutin. Setidaknya, berjalan kaki selama 20 menit setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan mental.
Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu ketegangan dan berdampak pada kondisi emosional. Sebaliknya, pergerakan yang konsisten membantu menjaga stabilitas emosi.
2. Tidak mengambil segala sesuatu secara personal
Orang yang tenang mampu melihat situasi secara objektif. Mereka tidak mudah tersinggung atau mengaitkan segala hal dengan diri pribadi.
Cara pandang ini membantu mengurangi beban emosional yang tidak perlu.
3. Memperlambat gerakan secara sadar
Cara seseorang bergerak dan berbicara mencerminkan kondisi batin. Orang yang terbiasa terburu-buru cenderung lebih mudah stres.
Dengan memperlambat gerakan secara sadar, seseorang memberi ruang bagi pikiran untuk memproses situasi dengan lebih jernih.
Baca Juga: Musik dan Ketenangan Jiwa: Terapi Sederhana di Tengah Dunia yang Bising
4. Membangun kedekatan dengan alam
Berinteraksi dengan alam terbukti membantu menenangkan pikiran. Aktivitas seperti berjalan di ruang terbuka hijau dapat mengalihkan fokus dari pikiran yang berlebihan ke pengalaman saat ini.
Kebiasaan ini membantu meningkatkan kesadaran diri.
5. Menerapkan spiritualitas secara praktis
Spiritualitas tidak selalu berkaitan dengan kepercayaan tertentu, tetapi lebih pada keterbukaan terhadap hal-hal di luar kendali diri. Pikiran yang rileks memungkinkan seseorang mendapatkan wawasan dan ketenangan batin.
6. Menyelaraskan diri dengan kebutuhan fisik
Setiap individu memiliki respons berbeda terhadap makanan dan lingkungan.
Memahami pengaruh kafein, gula, atau suasana bising sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosi. Mendengarkan sinyal tubuh menjadi langkah penting dalam menjaga ketenangan.
7. Memiliki kendali internal atas pikiran
Stres bukan semata berasal dari situasi luar, melainkan dari cara seseorang menafsirkannya. Dengan memahami pola pikir sendiri, seseorang dapat merespons dengan lebih bijak dan tidak mudah terpengaruh tekanan.
8. Memilih ketenangan secara aktif
Ketenangan adalah pilihan yang perlu diambil secara sadar setiap hari. Orang yang tenang biasanya mengatur lingkungan dan hubungan sosialnya agar tetap kondusif. Mereka juga menetapkan batasan demi menjaga kedamaian batin.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut secara konsisten, seseorang dapat melatih diri untuk lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Jawa Pos