Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Terlalu Banyak Tidur Siang Bisa Percepat Kematian, Begini Penelitiannya

M Robit Bilhaq • Minggu, 10 Mei 2026 | 18:56 WIB
Ilustrasi tidur siang. (PINTEREST)
Ilustrasi tidur siang. (PINTEREST)

RADARTUBAN - Aktivitas tidur di siang hari memang memberikan sensasi kenyamanan tersendiri bagi banyak orang.

Namun, berdasarkan hasil penelitian terkini yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA), kebiasaan tidur siang yang dilakukan setiap hari berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi kondisi kesehatan, bahkan terhadap angka harapan hidup seseorang.

Penelitian ini melakukan pengamatan terhadap kelompok yang terdiri atas 1.338 individu dewasa dengan usia di atas 56 tahun dalam kurun waktu hingga 19 tahun.

Baca Juga: Persingkat Tidur, Vishal Dasani Beber Resep Ampuh Atasi Insomnia: Mulai Cahaya Pagi hingga Brain Dumping

Hasil temuan para ahli menunjukkan bahwa intensitas tidur siang yang sering memiliki kaitan erat dengan tingkat kematian yang disebabkan oleh berbagai faktor, tanpa memandang berapa lama durasi tidur siang tersebut dilakukan.

Mengacu pada data dari Rush Memory and Aging Project yang telah berjalan sejak tahun 1997, tercatat sekitar 20 hingga 60 persen penduduk lansia melakukan tidur siang setiap hari sebagai metode untuk memulihkan stamina mereka.

Akan tetapi, temuan riset justru menunjukkan adanya kenaikan risiko penyakit neurodegeneratif, gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah, serta penyakit berat lainnya pada orang dewasa lanjut usia yang terlalu rutin tidur siang, sekalipun mereka merasa waktu istirahatnya sudah terpenuhi.

Dalam studi ini, para peneliti menetapkan definisi tidur siang sebagai segala bentuk aktivitas tidur yang terjadi di antara pukul 9 pagi hingga pukul 7 malam.

Diketahui bahwa setiap penambahan satu jam durasi tidur siang dalam sehari berhubungan dengan kenaikan risiko kematian sebesar 13 persen.

Selain itu, setiap frekuensi tidur siang tambahan yang dilakukan per harinya turut meningkatkan potensi kematian sebesar 7 persen.

Lebih lanjut, individu yang melakukan tidur siang pada waktu pagi hari tercatat memiliki risiko kematian 30 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang beristirahat pada waktu sore hari.

Chenlu Gao, seorang peneliti dari Departemen Anestesiologi di Mass General Brigham sekaligus penulis utama dalam riset ini, memaparkan bahwa studi mereka menjadi salah satu yang pertama dalam mengungkap kaitan antara pola tidur siang yang terukur secara objektif dengan statistik kematian.

Dia juga menjelaskan bahwa terdapat nilai medis yang sangat besar dalam memantau pola istirahat siang hari sebagai sarana untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak tahap awal.

Beliau menekankan bahwa saat ini telah diketahui adanya hubungan yang kuat antara perilaku tidur siang dengan angka kematian, namun perlu dipahami bahwa hal tersebut bersifat korelasi atau keterkaitan, dan bukan merupakan hubungan sebab akibat yang mutlak.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Overthinker di Malam Hari, Bikin Sulit Tidur dan Gelisah

Di sisi lain, terdapat beberapa elemen tambahan yang harus tetap menjadi bahan pertimbangan dalam melihat fenomena ini.

Sangat mungkin terdapat berbagai variabel lain yang memengaruhi kebiasaan tidur siang sekaligus angka kematian tersebut secara bersamaan.

Sebagai contoh, adanya penyakit jangka panjang seperti gangguan pada kelenjar tiroid, penyakit gula, maupun masalah kesehatan jiwa dapat memicu rasa letih yang besar di siang hari, sehingga keinginan untuk tidur sore menjadi lebih kuat.

Riset ini sendiri belum memasukkan data mengenai partisipan mana saja yang memiliki kondisi-kondisi kesehatan kronis tersebut.

Tim peneliti juga memberikan sorotan pada permasalahan di sistem kardiovaskular sebagai faktor lain yang menyebabkan rasa kantuk di siang hari.

Hal tersebut menjelaskan bagaimana aktivitas tidur siang bisa muncul sebagai konsekuensi dari gangguan tidur di malam hari atau adanya ketidaksesuaian pada jam biologis tubuh manusia.

Sebagai kesimpulan akhir, masyarakat disarankan untuk tidak lantas menjauhi aktivitas tidur siang sepenuhnya, karena masih diperlukan investigasi ilmiah lebih mendalam guna menggali bagaimana tidur siang memengaruhi kesehatan manusia secara menyeluruh. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#mati #tidur siang #muda #studi