RADARTUBAN - Pada Jumat (8/5) terdapat sebuah insiden tragis yang terjadi di Bandara Internasional Denver, Colorado, Amerika Serikat pada malam sekitar pukul 23:19 waktu setempat, ketika sebuah pesawat milik Frontier Airlines menabrak seorang pejalan kaki di landasan pacu saat sedang melakukan proses lepas landas.
Korban dari insiden tragis tersebut diketahui sempat melompati pagar pembatas bandara dan mencoba menyeberangi area landasan pacu.
Hanya berselang dua menit setelah aksi tersebut, pesawat yang tengah melaju untuk terbang menghantam orang tersebut hingga mengakibatkan kematian di lokasi kejadian.
Pihak bandara menyatakan bahwa identitas pejalan kaki tersebut masih belum terungkap, namun mereka meyakini bahwa korban bukanlah salah satu dari staf atau karyawan bandara.
Baca Juga: Tiga WNA Tiongkok DPO Pencurian Bogor Ditangkap di Bandara Ngurah Rai Bali
Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan ini tersebut adalah Airbus A321 dengan nomor penerbangan 4345 yang melayani rute Denver menuju Los Angeles.
Di dalam pesawat tersebut terdapat 224 orang penumpang beserta 7 anggota awak kabin, sebagaimana dikonfirmasi oleh Frontier Airlines dalam keterangan resminya.
Awalnya, jadwal keberangkatan pesawat tersebut ditetapkan pada pukul 22:39 waktu setempat.
Setelah tabrakan terjadi, muncul laporan terkait adanya kepulan asap di area kabin yang memaksa pilot untuk segera membatalkan prosedur lepas landas.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, seluruh penumpang dievakuasi keluar dari pesawat dengan menggunakan seluncuran darurat.
Selain itu, kobaran api juga sempat muncul dalam durasi singkat pada bagian mesin akibat benturan tersebut, namun situasi tersebut berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas dari Departemen Pemadam Kebakaran Denver pada Sabtu (9/5) pagi.
Setelah tim penyelamat tiba di titik kejadian, para penumpang segera dievakuasi kembali menuju terminal bandara.
Tercatat terdapat dua belas orang yang mengalami luka-luka ringan, di mana lima orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
Seorang penumpang bernama Jose Cervantes menceritakan pengalamannya saat merasakan pesawat mulai mendongak ke atas dan tiba-tiba terdengar suara dentuman keras.
Jose Cervantes mengaku melihat ke arah kanan dan menyaksikan sayap pesawat dalam kondisi terbakar serta tampak seperti meledak.
Pesawat kemudian mendarat kembali dan sempat berputar miring ke samping sebelum akhirnya berhenti total dengan mesin yang langsung dimatikan, tak lama kemudian kabin mulai sesak oleh asap.
Cervantes mengungkapkan rasa takutnya yang luar biasa saat melihat api dan asap, bahkan sempat mengira dirinya tidak akan selamat dari kobaran tersebut.
Ibu dari Cervantes termasuk dalam daftar penumpang yang mengalami cedera dalam peristiwa mencekam itu.
Cervantes menjelaskan bahwa ibunya mengalami cedera pada bagian lutut akibat benturan saat mendarat di bawah seluncuran darurat, sehingga harus dibawa ke unit gawat darurat meskipun tidak ada tulang yang patah.
Hingga Sabtu pagi, sebagian besar penumpang telah melanjutkan perjalanan mereka meninggalkan Denver dengan menggunakan pesawat pengganti yang disediakan oleh Frontier Airlines.
Namun, ada juga penumpang yang merasa sangat trauma, seperti John Anthens yang berusia 56 tahun dan putra laki-lakinya yang berumur 30 tahun.
Mereka berdua memutuskan untuk membatalkan penerbangan pulang ke Nebraska dan lebih memilih menyewa mobil untuk menempuh perjalanan darat selama delapan jam.
Anthens menggambarkan kengerian yang disaksikan, dimulai dari percikan api kecil hingga ledakan besar di bagian mesin yang suaranya menyerupai bom.
Pihak pengelola bandara menegaskan bahwa proses investigasi mendalam terhadap insiden ini masih akan terus dilakukan.
Editor : Yudha Satria Aditama