RADARTUBAN - Dunia ilmu pengetahuan sempat gempar ketika ikan Coelacanth, yang selama jutaan tahun hanya dikenal melalui fosil dan dianggap punah bersama dinosaurus sekitar 66 juta tahun lalu, ditemukan masih hidup di perairan Indonesia.
Spesies yang sering dijuluki sebagai "fosil hidup" ini memiliki penampilan yang nyaris tidak berubah sejak masa prasejarah, dengan ciri khas sirip yang menyerupai anggota gerak hewan darat.
Di Indonesia, ikan langka ini ditemukan di perairan Sulawesi Utara dan dikenal oleh nelayan setempat dengan sebutan "Ikan Raja Laut".
Berbeda dengan spesies Coelacanth yang ditemukan di Afrika yang berwarna kebiruan, Coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis) cenderung memiliki warna kecokelatan dengan bintik-bintik putih.
Baca Juga: Pesona Gua Nganten, Kecamatan Rengel Jejak Fosil dan Panorama yang Memesona
Ikan ini hidup di kedalaman lebih dari 150 meter, di mana suhu air sangat dingin dan cahaya matahari sangat minim.
Penemuan ini menjadi sangat penting karena memberikan mata rantai yang hilang dalam sejarah evolusi vertebrata.
Namun, status konservasi ikan ini saat ini masuk dalam kategori rentan. Pemerintah dan para peneliti terus berupaya melindungi habitat aslinya agar makhluk purba ini tidak benar-benar lenyap dari muka bumi.
Keberadaan Coelacanth di Indonesia membuktikan bahwa laut nusantara menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa dan masih menyimpan banyak rahasia prasejarah yang menanti untuk dipelajari lebih lanjut.
(*)
igsh=NW1vNWppM3owcWhq
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni