Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menggali Jejak Estri Srikandi: Legiun Tempur Wanita Elit nan Tangguh Milik Pangeran Sambernyawa

Amaliya Syafithri • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:14 WIB
Ilustrasi prajurit wanita. (pinterest.com)
Ilustrasi prajurit wanita. (pinterest.com)

RADARTUBAN - Sejarah perjuangan bangsa Indonesia sering kali menonjolkan figur-figur pahlawan pria di garis depan pertempuran. 

Namun, catatan sejarah eksotis dari tanah Jawa menyimpan sebuah fakta menakjubkan tentang keberadaan satuan militer yang seluruh anggotanya adalah perempuan. 

Mereka bukan sekadar pemanis dekorasi istana atau pengawal domestik, melainkan legiun tempur elit yang dibentuk oleh Raden Mas Said atau yang lebih dikenal luas dengan gelar Pangeran Sambernyawa (Mangkunegara I). 

Pasukan rahasia yang tangguh ini dikenal dalam catatan sejarah kolonial dan keraton sebagai Pasukan Estri atau prajurit wanita Mangkunegaran.

Keberadaan pasukan ini membuktikan bahwa konsep kesetaraan gender dalam dunia militer telah diterapkan secara radikal di Nusantara jauh sebelum era modern. 

Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, Dhea Novitasari Jadi Peselancar Perempuan Pertama Indonesia di Panggung Surfing Dunia

Pangeran Sambernyawa membentuk pasukan khusus ini didorong oleh situasi perang gerilya yang berkecamuk sengit melawan kongsi dagang Hindia Belanda (VOC) dan sekutu-sekutunya pada abad ke-18. 

Para wanita pilihan ini dilatih secara spartan di dalam lingkungan benteng, meliputi ketangkasan berkuda, taktik penyamaran, hingga seni menggunakan senjata tajam seperti keris, panah, dan tombak panjang.

Dalam berbagai catatan harian saksi mata Belanda, kekaguman dan kengerian sering kali tergambar saat mereka harus berhadapan dengan Pasukan Estri di medan laga. 

Saat bertempur, mereka mengenakan pakaian taktis yang memudahkan pergerakan di atas kuda, namun tetap mempertahankan identitas kultural mereka. 

Keunggulan utama dari legiun wanita ini terletak pada kemampuan mereka melakukan infiltrasi rahasia. 

Karena tidak dicurigai sebagai kombatan oleh pihak musuh, mereka sering kali berhasil menyusup ke jantung pertahanan lawan untuk mengumpulkan informasi intelijen yang sangat vital atau melakukan serangan kejutan yang mematikan.

Ketika perjanjian Salatiga ditandatangani pada tahun 1757 yang menandai berdirinya Praja Mangkunegaran, eksistensi prajurit wanita ini tidak serta-merta luntur. 

Mereka bertransformasi menjadi pengawal elit bersenjata yang bertugas menjaga keselamatan sang penguasa dan keluarga istana. 

Upacara-upacara kenegaraan di Puro Mangkunegaran kerap kali menampilkan kemahiran estetis sekaligus magis dari pasukan ini dalam baris-berbaris dan memegang senjata. 

Kisah legendaris Pasukan Estri milik Pangeran Sambernyawa menjadi bukti autentik bahwa perempuan Jawa memiliki peran yang sangat strategis, berani, dan menentukan dalam dinamika politik serta militer di masa lampau. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pasukan estri #srikandi #jawa