Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menguak Rahasia Gentong Kuno Situs Adan-Adan: Mitos Panas Lahar yang Bertahan Ratusan Tahun

Amaliya Syafithri • Minggu, 24 Mei 2026 | 13:26 WIB
Ekskavasi situs adan-adan. (Radar Kediri)
Rencana ekskavasi situs adan-adan. (Radar Kediri)

RADARTUBAN - Situs purbakala Adan-Adan yang terletak di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terus menjadi pusat perhatian para peneliti arkeologi dan pencinta sejarah Nusantara. 

Di antara berbagai artefak peninggalan masa lalu yang ditemukan di lokasi ini, keberadaan sebuah gentong batu kuno berukuran besar menjadi objek yang paling banyak menyita perhatian publik. 

Terdapat sebuah mitos dan narasi lokal yang beredar kuat di masyarakat bahwa gentong ajaib tersebut mampu menyimpan suhu panas dari sisa lahar letusan Gunung Kelud purba selama ratusan tahun.

Dugaan mistis dan cerita rakyat tersebut bermula karena posisi geografis Situs Adan-Adan yang memang berada di jalur aliran material vulkanik Gunung Kelud. 

Baca Juga: Dyah Balitung: Sang Narator Agung Kerajaan Mataram Kuno Melalui Warisan Prasasti Terbanyak dalam Sejarah

Setiap kali gunung berapi tersebut meletus hebat di masa lampau, wilayah ini kerap kali terkubur oleh lapisan pasir dan lahar dingin. 

Cerita dari mulut ke mulut mengenai bagian dalam gentong batu yang selalu terasa hangat atau panas membuat situs ini diselimuti oleh aura misteri yang kental selama beberapa generasi penduduk lokal.

Namun, dari sudut pandang kajian ilmiah dan arkeologi modern, fenomena suhu pada gentong batu tersebut memiliki penjelasan rasional yang logis. 

Tim ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) menjelaskan bahwa rasa hangat yang timbul pada batuan gentong bukan disebabkan oleh sisa energi magmatis atau lahar purba yang tersimpan di dalamnya. 

Efek termal tersebut murni terjadi akibat karakteristik material batuan andesit atau tufan yang menjadi bahan dasar pembuatan gentong kuno tersebut, yang memiliki kemampuan alami menyerap dan menyimpan panas matahari.

Gentong batu pada masa kerajaan kuno umumnya berfungsi sebagai wadah penampungan air suci untuk keperluan ritual keagamaan atau sebagai sarana pemandian suci (petirtaan) bagi kaum bangsawan. 

Penemuan Situs Adan-Adan yang berlatar belakang corak Buddha-Mahayana ini memberikan kontribusi data sejarah yang sangat berharga mengenai kemajuan peradaban tata kota dan sistem keagamaan masyarakat Jawa Kuno pada abad ke-11 hingga ke-13 Masehi. 

Eksplorasi ilmiah yang terus berjalan diharapkan dapat menyibak tabir misteri sejarah yang sesungguhnya secara objektif. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Gunung Kelud #kecamatan gurah #kediri #Jawa Timur