Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Krisis Iklim Bikin Ular Berbisa Makin Dekat ke Permukiman, Ini Peringatan Peneliti

Amaliya Syafithri • Minggu, 31 Mei 2026 | 17:58 WIB
Ilustrasi ular. (RADAR TUBAN/AI)
Ilustrasi ular. (RADAR TUBAN/AI)

RADARTUBAN - Krisis iklim global kini tidak hanya mengancam ekosistem kutub, melainkan juga mulai mengubah perilaku satwa liar secara drastis. 

Sebuah studi berskala internasional memperingatkan bahwa ratusan spesies ular, termasuk berbagai jenis ular berbisa tinggi, diproyeksikan akan semakin mendekati wilayah permukiman manusia. 

Fenomena migrasi satwa melata ini dipicu oleh kondisi suhu bumi yang terus menghangat dan merusak habitat alami mereka di dalam hutan.

Para peneliti memanfaatkan berbagai basis data publik, catatan museum, serta observasi mendalam untuk memetakan pergeseran wilayah hidup ular ini hingga beberapa dekade ke depan. 

Baca Juga: Bukan Cuma Ular, Ternyata Indonesia Punya Burung Beracun yang Bikin Peneliti Menangis Saat Mendekat

Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan temperatur udara memaksa ular-ular tersebut mencari tempat baru yang menawarkan kelembapan stabil serta ketersediaan makanan yang cukup. 

Area pekarangan rumah, saluran air perkotaan, dan lanskap yang telah dimodifikasi manusia tanpa sengaja menyediakan kebutuhan dasar tersebut.

Pergeseran geografis ini tentu membawa ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. 

Spesies berbahaya seperti kobra atau ular weling diprediksi akan mulai muncul di wilayah-wilayah baru yang penduduknya belum terbiasa menghadapi konflik dengan satwa berbisa. 

Konflik ruang hidup antara manusia dan ular ini diperkirakan meningkat tajam, terutama di negara tropis yang memiliki kekayaan fauna melata sangat tinggi seperti di kawasan Asia Tenggara dan Afrika.

Selain karena suhu udara, rusaknya rantai makanan alami di alam liar turut mempercepat pergerakan ular ke area hunian. 

Ketika populasi mangsa alami mereka menyusut akibat perubahan iklim, kawasan permukiman manusia yang kaya akan tikus dan sisa makanan menjadi magnet tersendiri bagi predator ini. 

Para ahli mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan pekarangan dan mulai mengedukasi diri mengenai langkah penanganan pertama jika terjadi gigitan ular berbisa di sekitar rumah. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#suhu bumi #iklim global #ekosistem