RADARTUBAN - Dunia fauna selalu menyimpan sejuta pesona dan keunikan yang kerap kali membuat manusia berdecak kagum atau bahkan tersenyum heran.
Salah satu momen menakjubkan dari dunia serangga berhasil diabadikan dengan sangat sempurna oleh seorang fotografer profesional bernama Hasan Baglar di negara Siprus.
Dalam foto yang sempat menjadi viral di berbagai platform media sosial tersebut, tampak dua ekor belalang sembah berukuran kecil sedang berdiri berhadapan di atas sebuah ranting pohon yang tipis.
Menariknya, kedua serangga berwarna cokelat dan hijau muda tersebut mengangkat kedua kaki depannya tinggi-tinggi ke udara secara bersamaan, menciptakan ilusi visual yang sangat menggemaskan.
Baca Juga: Profil Dadan Hindayana, Ahli Serangga IPB yang Pernah Pimpin BGN Sebelum Dicopot Prabowo
Bagi orang awam yang melihat foto ikonik tersebut tanpa pemahaman sains, mereka mungkin akan mengira bahwa kedua petarung mungil ini sengaja berpose sinkron dan sedang giat berlatih jurus kungfu bersama, layaknya karakter dalam film animasi.
Namun, di balik keindahan estetika foto yang luar biasa itu, para ahli entomologi menjelaskan bahwa gerakan mengangkat kaki depan tersebut murni merupakan bentuk perilaku alami yang esensial bagi kelangsungan hidup spesies belalang sembah di alam liar.
Gerakan tersebut bukanlah sebuah tarian atau latihan fisik, melainkan sebuah respons biologis otomatis yang dipicu oleh insting pertahanan diri.
Secara ilmiah, belalang sembah akan mengangkat kedua kaki depannya secara vertikal untuk menunjukkan postur tubuh yang tampak lebih besar dan mengintimidasi ketika mereka merasa terancam oleh kehadiran makhluk lain di dekatnya.
Perilaku ini dikenal dengan istilah deimatik (deimatic display), sebuah strategi gertakan yang efektif untuk menakut-nakuti pemangsa potensial seperti burung kecil atau kadal agar membatalkan niat menyerang.
Selain sebagai mekanisme pertahanan dari musuh, pose mengangkat lengan yang membuka lebar ini juga kerap diperlihatkan oleh sesama belalang sembah jantan sebagai bentuk ritual unjuk kekuatan demi memperebutkan wilayah kekuasaan (territorial) atau untuk menarik perhatian belalang betina selama musim kawin tiba. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni