Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Jalan Kaki Terasa Berat Padahal Jaraknya Hanya Beberapa Menit?

M. Afiqul Adib • Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04 WIB
Masyarakat modern yang semakin jarang berjalan kaki, meski jarak dekat sekalipun, serta bagaimana kebiasaan ini dipengaruhi oleh gaya hidup, infrastruktur, dan budaya praktis. (Arek Adeoye/Unsplash)
Masyarakat modern yang semakin jarang berjalan kaki, meski jarak dekat sekalipun, serta bagaimana kebiasaan ini dipengaruhi oleh gaya hidup, infrastruktur, dan budaya praktis. (Arek Adeoye/Unsplash)

RADARTUBAN - Kebiasaan mengandalkan kendaraan untuk semua keperluan sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.

Bahkan untuk jarak yang bisa ditempuh dalam beberapa menit, kendaraan pribadi tetap dipilih. Hal ini membuat jalan kaki seolah kehilangan tempat dalam keseharian.

Gaya hidup modern yang serba praktis turut memperkuat kebiasaan tersebut. Mobilitas cepat dianggap lebih efisien, sementara berjalan kaki dipandang membuang waktu. 
Padahal, justru dalam langkah-langkah kecil itu ada manfaat besar yang sering diabaikan.

Selain itu, faktor cuaca, infrastruktur, dan kenyamanan juga berpengaruh. Jalan yang sempit, trotoar yang rusak, panas terik, atau hujan membuat orang enggan berjalan kaki.

Baca Juga: Bikin Geger! Pria Jalan Kaki Gendong Bungkusan Mirip Mayat Ternyata Seekor Biawak

Lingkungan yang tidak ramah pejalan kaki memperkuat pilihan untuk selalu menggunakan kendaraan.

Akibatnya, jalan kaki mulai dianggap tidak efisien. Orang lebih memilih mengendarai motor atau mobil meski hanya beberapa ratus meter. Efisiensi diukur dari kecepatan, bukan dari manfaat kesehatan atau keberlanjutan lingkungan.

Padahal, manfaat jalan kaki bagi kesehatan fisik dan mental sangat besar. Jalan kaki membantu menjaga kebugaran, menurunkan stres, dan memberi kesempatan untuk menikmati lingkungan sekitar.

Sayangnya, kota yang ramah pejalan kaki semakin jarang ditemukan. Banyak kota lebih fokus pada pembangunan jalan untuk kendaraan, bukan trotoar yang nyaman. Akibatnya, berjalan kaki terasa asing dan tidak aman.

Karena itu, penting untuk menghidupkan kembali kebiasaan berjalan kaki.

Mulai dari langkah sederhana: memilih berjalan kaki untuk jarak dekat, memperbaiki infrastruktur trotoar, dan membangun kesadaran bahwa berjalan kaki bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jalan kaki #kendaraan #hidup #orang #modern