RADARTUBAN — YouTuber sekaligus presenter Denny Sumargo merespons santai gelombang kritik dari warganet terkait episode podcast terbarunya.
Konten yang membedah polemik pascaperceraian Ruben Onsu dan Sarwendah tersebut memicu kontroversi dan tuduhan bias dari kedua kubu pendukung.
Pemilik kanal yang akrab disapa Densu ini mengaku tidak risau dengan beragam reaksi publik. Menurutnya, pro dan kontra merupakan hal yang lumrah saat membahas topik yang tengah menjadi sorotan khalayak luas.
"Gua membaca dari dua sisi. Pendukung Ruben menilai gua condong ke Sarwendah karena anggapan kurang mencecar pertanyaan. Sebaliknya, penggemar Sarwendah menganggap gua memihak Ruben lantaran terkesan menyetujui pernyataan pengacaranya," kata Densu saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Tepis Tudingan Selingkuh, Pihak Ruben Onsu Minta Sarwendah Tunjukkan Bukti Sah
Densu menilai prasangka tersebut wajar muncul karena dipengaruhi sudut pandang (Point of view) masing-masing penggemar.
"Itu murni POV dari kedua kelompok penggemar. Polanya berputar di situ saja, dan bagi gua itu hal yang wajar," imbuhnya.
Terapkan Prinsip Keberimbangan
Mantan pebasket nasional tersebut menegaskan bahwa keputusannya menghadirkan perwakilan kedua belah pihak didasari oleh prinsip keberimbangan media (cover both side).
Setelah mendatangkan Sarwendah, ia merasa bertanggung jawab untuk memberi ruang yang sama kepada pihak Ruben Onsu.
"Awalnya kan Sarwendah. “Nggak mungkin gua nggak undang pihak Ruben, karena platform ini kan media.”Kalau cuma menyajikan satu sudut pandang tanpa keberimbangan, tentu tidak baik," paparnya.
Mendorong Penyelesaian Masalah
Densu juga mengklarifikasi bahwa hadirnya tayangan tersebut bukan bertujuan untuk memperkeruh suasana, melainkan membuka ruang komunikasi secara terbuka atas isu yang sudah terlanjur dikonsumsi publik.
Densu menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membuka jalan agar perselisihan tersebut dapat segera terselesaikan.
Lagipula, ini masalah domestik yang sudah terlanjur mencuat ke publik sebelum masuk ke kanal gua," kunci Densu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni