Mengapa BTS Boikot Grammy Awards? Kategori Asian Pop Dinilai Picu Diskriminasi Musisi Asia

Nadia Aulia • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:22 WIB
BTS saat menghadiri Grammy Awards ke-64. (Pinterest.com)
BTS saat menghadiri Grammy Awards ke-64. (Pinterest.com)

RADARTUBAN – Keputusan grup idola asal Korea Selatan, BTS, untuk tidak mengikuti proses pendaftaran 69th Grammy Awards  tahun ini menjadi sorotan dunia hiburan.

Situasi ini dikaitkan dengan munculnya kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang dinilai memicu perlakuan berbeda terhadap musisi Asia.

Keputusan itu semakin menguat setelah BTS menyampaikan pernyataan melalui unggahan Instagram Stories masing-masing anggota.

Dalam pernyataannya, mereka mengaku kecewa dengan arah kebijakan Grammy dan memilih tidak mengajukan karya mereka pada ajang penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat itu.

"Kami memutuskan untuk tidak mengajukan karya ke Grammy tahun ini. Kami berharap musik dapat didengar dan diterima apa adanya, melampaui batas wilayah maupun bahasa," tulis BTS.

Baca Juga: Sanggup Tahan Pedas? BTS Cicipi Wings of Death di Hot Ones, RM Sebut Jungkook Paling Tangguh

Bagi BTS, musik seharusnya dinilai berdasarkan kualitas karya, bukan dikelompokkan berdasarkan asal wilayah atau bahasa. 

Kehadiran kategori khusus Asian Pop dinilai justru berpotensi menciptakan sekat baru bagi musisi Asia yang selama ini telah mampu bersaing di panggung musik internasional.

Kategori Best Asian Pop Music Performance sendiri diperkenalkan oleh Recording Academy sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan musik populer dari Asia, termasuk K-Pop, J-Pop, dan C-Pop.

Namun, kebijakan tersebut menuai beragam tanggapan. Sebagian pengamat musik maupun penggemar menilai kategori itu justru memberi kesan bahwa musisi Asia dipisahkan dari kompetisi utama sehingga dianggap memiliki nuansa diskriminatif, bahkan disebut sebagian pihak sebagai bentuk rasisme terselubung.

Menanggapi polemik tersebut, CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., menyatakan bahwa kategori baru itu dibuat untuk memperluas pengakuan terhadap keberagaman musik dunia, bukan untuk membatasi kesempatan musisi Asia.

Harvey juga menegaskan bahwa keberadaan kategori Asian Pop tidak menghalangi seorang musisi untuk tetap bersaing di kategori utama, seperti Record of the Year, Album of the Year, maupun Song of the Year.

Keputusan boikot BTS dinilai tidak muncul begitu saja. Banyak pihak melihat langkah tersebut sebagai akumulasi kekecewaan grup itu terhadap Grammy Awards selama beberapa tahun terakhir.

Sejak pertama kali terlibat dalam Grammy Awards 2019, BTS beberapa kali berhasil menembus nominasi melalui lagu-lagu global seperti Dynamite dan Butter. Namun, hingga kini mereka belum pernah membawa pulang penghargaan.

Situasi itu memunculkan berbagai spekulasi di kalangan penggemar. Salah satu anggapan yang ramai dibicarakan ialah bahwa kehadiran BTS selama ini lebih dimanfaatkan penyelenggara untuk meningkatkan jumlah penonton siaran Grammy.

Baca Juga: BTS Gandeng Diplo dan Kevin Parker di Album Arirang, Tampilkan Kolaborasi Global Usai Hiatus Wajib Militer

Popularitas BTS dan besarnya basis penggemar global, ARMY, dinilai mampu mendongkrak rating acara, meski penghargaan utama tak kunjung diraih grup tersebut.

Pembahasan mengenai polemik ini diulas oleh kreator konten Eno Bening melalui video di kanal YouTube berjudul Kenapa Tiba-Tiba BTS Ribut Dengan Grammys Award?

Dalam videonya, Eno menjelaskan bahwa banyak pihak mempertanyakan alasan Grammy menghadirkan kategori khusus bagi musisi Asia, padahal artis seperti BTS telah membuktikan mampu bersaing di panggung musik internasional tanpa perlu diklasifikasikan berdasarkan kawasan.

Sebagian pihak mendukung langkah tersebut sebagai bentuk protes terhadap sistem yang dinilai belum sepenuhnya inklusif. 

Sementara itu, pihak lain berharap polemik ini menjadi momentum bagi Grammy untuk terus mengevaluasi sistem penilaiannya agar mampu memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh musisi, tanpa memandang asal negara maupun bahasa yang digunakan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Best Asia Pop Music Performance bts grammy awards