RADARTUBAN – Bagi banyak orang Indonesia, nama Koes Plus identik dengan lagu-lagu lawas yang tak lekang oleh zaman.
Namun, di balik melodi sederhana dan lirik yang mudah diingat, grup musik legendaris tersebut ternyata menyimpan cerita panjang tentang kecintaan terhadap tanah air.
Salah satu karya yang menarik untuk ditelisik adalah “Nusantara I”. Lagu tersebut menggambarkan Indonesia melalui kekayaan alam, hutan, gunung, laut, hingga kehidupan yang bebas dan damai.
Lagu “Nusantara I” ditulis oleh Tonny Koeswoyo. Dalam liriknya, Indonesia digambarkan sebagai tanah permata di garis khatulistiwa. Kekayaan alam menjadi gambaran utama, sekaligus memperlihatkan bagaimana Koes Plus memandang Indonesia sebagai rumah yang memiliki kekayaan luar biasa.
Baca Juga: Mengurai Makna Spiritual di Balik Andaikan Kau Datang Karya Koes Plus
Tema tersebut menjadi menarik jika dikaitkan dengan perjalanan Koes Bersaudara dan Koes Plus pada era 1960-an hingga 1970-an.
Sebelum bernama Koes Plus, grup ini dikenal sebagai Koes Bersaudara. Mereka dikenal membawakan musik yang mendapat pengaruh kuat dari rock and roll Barat. Perjalanan bermusik mereka tidak selalu mulus.
Bahkan, Koes Bersaudara pernah mengalami penahanan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno karena musik mereka dinilai terlalu terpengaruh budaya Barat.
Setelah Koes Plus terbentuk pada 1969, warna musik mereka berkembang semakin luas. Tidak hanya lagu cinta dan musik populer, Koes Plus juga menghasilkan karya yang mengangkat kehidupan masyarakat, alam, serta kekayaan Indonesia.
Di sinilah lagu-lagu bertema Nusantara menjadi penting.
Indonesia dalam bahasa sederhana
“Nusantara I” tidak menggunakan bahasa yang rumit untuk menyampaikan kecintaan terhadap Indonesia.
Koes Plus memilih menggambarkan negeri ini melalui sesuatu yang mudah dibayangkan: hutan yang lebat, gunung yang tinggi, laut yang luas, dan alam yang ramah.
Cara tersebut membuat pesan nasionalisme Koes Plus terasa berbeda dari lagu-lagu perjuangan yang menggunakan bahasa heroik.
Nasionalisme dalam karya mereka terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Indonesia tidak hanya digambarkan sebagai sebuah negara, tetapi sebagai rumah.
Pemaknaan tersebut juga pernah menarik perhatian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Dalam kuliah umum pada 2017, ia menggunakan “Nusantara I” sebagai contoh lagu yang menggambarkan kekayaan Indonesia sekaligus potensi ancaman terhadap sumber daya alamnya.
Baca Juga: Inilah Makna dan Cerita di Balik Lagu Bunga di Tepi Jalan, Mahakarya Abadi dari Koes Plus
Bukan hanya “Nusantara”
Semangat serupa juga terlihat dalam lagu Koes Plus lainnya, termasuk “Kolam Susu”.
Lagu yang dibuat pada 1973 tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai gambaran tentang betapa suburnya Indonesia. Namun, cerita di balik pembuatannya ternyata memiliki pesan yang lebih dalam.
Yon Koeswoyo pernah mengungkap bahwa “Kolam Susu” terinspirasi dari kekayaan laut Indonesia. Menurut Yon, laut Indonesia memiliki hasil yang sangat melimpah, mulai udang hingga ikan, tetapi pada saat itu kekayaan tersebut juga banyak dinikmati pihak asing.
Yon bahkan menyebut lagu tersebut sebagai bentuk dorongan secara halus kepada pemerintah agar kekayaan laut Indonesia mendapat perhatian.
Dengan demikian, lagu-lagu Koes Plus tentang Indonesia tidak selalu sekadar pujian terhadap keindahan negeri.
Di baliknya terdapat pesan tentang kekayaan alam, rasa memiliki, dan pentingnya menjaga apa yang dimiliki Indonesia.
Dari musik Barat menuju identitas Indonesia
Perjalanan tersebut menjadi bagian menarik dari sejarah Koes Plus.
Grup yang pada awal kariernya banyak mendapat pengaruh musik Barat justru kemudian dikenal sebagai salah satu kelompok musik yang kuat membawa identitas Indonesia dalam lagu-lagunya.
Mereka menyampaikan pesan tersebut dengan cara yang sederhana.
Tidak menggunakan istilah politik yang berat. Tidak pula membuat lagu dengan lirik yang sulit dipahami.
Koes Plus cukup bercerita tentang tanah air.
Tentang laut yang luas.
Tentang gunung dan hutan.
Tentang kekayaan alam.
Tentang kehidupan masyarakat.
Dan tentang Indonesia sebagai rumah bersama.
Itulah yang membuat karya-karya mereka tetap relevan hingga sekarang.
Lebih dari setengah abad setelah lagu-lagu tersebut dibuat, persoalan yang diangkat Koes Plus masih terasa dekat dengan kehidupan Indonesia: bagaimana menjaga kekayaan alam dan memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat.
Pada akhirnya, kisah “Nusantara” Koes Plus bukan hanya cerita tentang sebuah lagu lawas.
Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah grup musik menemukan cara untuk menyuarakan kecintaan terhadap Indonesia melalui musik populer.
Dari lagu yang sederhana, Koes Plus meninggalkan pesan yang ternyata tidak sederhana: Indonesia kaya, tetapi kekayaan itu harus dijaga. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban