RADARTUBAN- Aktris asal Korea Selatan, Ahn Ha Young, kini tengah menjadi sorotan publik akibat kontroversi silsilah kakek buyutnya yang diduga pro-Jepang.
Padahal, sosok yang lahir pada 11 Agustus 1993 ini awalnya dikenal lewat debutnya di drama Doctor Prisoner pada 2019.
Kariernya pun semakin melejit setelah membintangi sejumlah judul populer, termasuk drama Teach you a Lesson saat ia berperan sebagai Choi Ga-yoon tunangan Na Hwajin yang diperankan oleh aktor Kim Mu-yeol.
Namun, seperti yang dilansir dari kanal YouTube Yusril Kim, badai kontroversi ini bermula dari kemunculannya di acara talkshow KBS 2TV Problem Child in House.
Dalam episode tersebut, Ha Young menceritakan latar belakang keluarganya yang ia sebut telah menjadi keluarga dokter selama empat generasi berturut-turut.
Baca Juga: Di Balik Popularitas K-Drama, Terungkap Realitas Rasisme dan Diskriminasi di Korea Selatan
Pernyataan itu mendorong netizen Korea Selatan untuk melakukan penelusuran hingga menemukan fakta tentang kakek buyutnya, Ahn Sang-Ho.
Dalam artikel surat kabar lama Maeil Sinbo, ia tercatat ikut serta dalam Daejong Chinmokhoe (Taisho Friendship Association) pada 1916, sebuah organisasi yang dikenal pro-Jepang pada masa penjajahan.
Meskipun begitu, dinamika terkait bukti sejarah ini sempat menimbulkan beberapa catatan.
Dalam salah satu artikel disebutkan bahwa Korea National Institute of Korean History menyatakan bukti yang tersedia belum cukup untuk memastikan kebenaran dari sejumlah tuduhan terhadap Ahn Sang-Ho.
Selain itu, namanya juga belum tercantum dalam Dictionary of Pro-Japanese Collaborators yang diterbitkan pada 2009 oleh Research Institute of Collaboration Activities.
Kendati demikian, gejolak publik tak terhindarkan. Pada 10 Agustus, agensi Ahn Ha Young, Bistus Entertainment, awalnya sempat menolak dan menyangkal tuduhan tersebut, namun tak berselang lama mereka akhirnya mengonfirmasi kebenarannya.
Ahn Ha Young kemudian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya dan mengaku tidak tahu-menahu mengenai rekam jejak kakek buyutnya.
Pada 11 Agustus, ayah Ahn Ha Young turut memberikan pernyataan dalam sebuah wawancara untuk memberikan klarifikasi. Perdebatan ini pun turut dibahas oleh sejarawan Shim Yong-hwan yang meminta publik untuk tetap berhati-hati dalam memberikan label pro-Jepang.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Korea Selatan Minta Indonesia Buka Jalur Komunikasi dengan Korea Utara
Sementara itu, Jang Hansol seorang konten creator asal negeri ginseng itupun turut angkat bicara dan menjelaskan bahwa isu pro-Jepang di Korea Selatan memiliki konotasi yang sangat negatif dan sensitif, ia menganalogikan serupa dengan sebutan koruptor di Indonesia.
Isu ini menjadi pengingat betapa sensitifnya jejak sejarah bagi publik Korea Selatan.
Sikap terbuka dan bijak dalam menyikapi persoalan masa lalu tetap menjadi hal penting agar masyarakat tidak terlarut dalam perdebatan tanpa arah.(*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : YouTube Yusril Kim