Kemunculan Ikan Oarfish Bikin Geger, Mitos atau Pertanda Bencana?

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:03 WIB
Ikan raksasa laut dalam Oarfish yang sering dikaitkan dengan mitos raksasa laut dan pertanda gempa. (Pinterest)
Ikan raksasa laut dalam Oarfish yang sering dikaitkan dengan mitos raksasa laut dan pertanda gempa. (Pinterest)

RADARTUBAN - Lautan bumi menyimpan berbagai rahasia yang belum terjamah manusia, salah satunya oarfish atau ikan kiamat (Regalecus glesne), makhluk laut dalam misterius yang sering memicu rasa penasaran sekaligus ketakutan.

Terkenal dengan predikat pemilik tulang terpanjang di dunia, ikan ini dapat tumbuh hingga 8 meter dan berat mencapai 272 kilogram. Spesies ini juga menghuni zona remang-remang (twilight zone) pada kedalaman 200 sampai 1.000 meter di bawah permukaan laut.

Baca Juga: Dari Mana Asal Air Laut Bumi? Menguak Misteri Terbesar Kelahiran Samudra dan Dunia Bawah Laut

Mitos Pembawa Pesan Gempa dan Tsunami

Secara historis, kemunculan ikan ini ke permukaan laut sering kali dihubungkan dengan mitos maupun kepercayaan kuno. 

Para pelaut abad pertengahan kerap menganggapnya sebagai ular laut raksasa pemangsa kapal.

Sementara di Jepang, oarfish dikenal sebagai Ryugu No Tsukai atau sang pembawa pesan dari istana Raja Naga dan dipercaya muncul sebagai pertanda bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. 

Anggapan tersebut semakin diperkuat ketika belasan oarfish terdampar di pesisir pantai Jepang beberapa bulan sebelum gempa besar dan tsunami Tohoku menerjang pada tahun 2011.

Penjelasan Ilmiah Modern tentang Oarfish

Namun, penelitian ilmiah modern mulai mematahkan kaitan antara oarfish dan prediksi gempa bumi. 

Riset yang dilakukan para peneliti Jepang pada tahun 2019 dengan membandingkan ratusan data kemunculan oarfish dan catatan gempa selama puluhan tahun menunjukkan bahwa fenomena tersebut tidak memiliki korelasi sebab-akibat yang kuat.

Ikan laut dalam umumnya terdampar ke permukaan ketika kondisi tubuh mereka sedang sakit, sekarat, atau terbawa arus, bukan secara sengaja memberi peringatan akan adanya pergerakan lempeng bumi.

Keunikan Fisik dan Kemampuan Amputasi Mandiri

Ciri fisik oarfish sangat unik dan membedakannya dari mayoritas spesies ikan lainnya. Ikan ini tidak memiliki sisik, melainkan dilapisi kulit perak menyerupai cermin yang memantulkan cahaya.

Selain itu, oarfish memiliki mahkota berwarna merah menyala di atas kepalanya dan bergerak di dalam air secara vertikal dengan posisi kepala menghadap ke atas serta ekor menjuntai ke bawah.

Oarfish juga mampu melakukan amputasi mandiri pada bagian belakang tubuhnya untuk menghemat energi metabolik saat menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem.

Misteri Ekosistem Laut Dalam yang Belum Terungkap

Dikutip dari kanal YouTube Mr. Science, keterbatasan informasi mengenai oarfish disebabkan oleh habitatnya yang terisolasi dan sulit dijangkau manusia. 

"Hampir setiap data mengenai oarfish dalam sejarah manusia didapatkan secara tidak sengaja dari bangkai yang terdampar di pantai atau tersangkut jaring nelayan, bukan dari pengamatan langsung di habitat aslinya," ujar penjelas konten dalam video tersebut.

Hingga saat ini, para ilmuwan masih terus berupaya mengungkap misteri pola reproduksi, siklus hidup, serta rantai makanan yang melibatkan oarfish.

Kehadiran makhluk misterius seperti oarfish menjadi pengingat bahwa ekosistem laut dalam masih menyimpan jutaan rahasia yang jauh lebih luas dan belum sepenuhnya terpetakan oleh sains. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
oarfish ikan kiamat ikan oarfish Gempa Bumi tsunami