Antartika Dulu Hutan Lebat, Peneliti Temukan Fosil Pohon Purba dan Dinosaurus

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:57 WIB
Antartika jutaan tahun lalu sebelum tertutup lapisan es tebal. (youtube.com/ Mr. Science)
Antartika jutaan tahun lalu sebelum tertutup lapisan es tebal. (youtube.com/ Mr. Science)

RADARTUBAN – Benua Antartika yang kini 98 persen wilayahnya tertutup es tebal ternyata dulunya merupakan daratan hijau lebat yang menjadi tempat tinggal ragam dinosaurus dan fauna purba.

Penemuan berbagai fosil daun, batang pohon membatu, hingga fosil tulang belulang reptil raksasa mengonfirmasi bahwa wilayah Antartika mengalami perubahan iklim yang sangat drastis dari masa ke masa.

Di Pegunungan Transantartika, para peneliti bahkan menemukan fosil tunggul pohon purba yang masih berakar kuat pada tanah Antartika sebelum benua ini membeku dan melenyapkan ekosistem dinosaurus.

Baca Juga: Peneliti Temukan Makhluk Aneh Seperti Babi Laut hingga Kupu-Kupu Laut di Kedalaman Samudra Antartika

"Di Pegunungan Transantartika, terdapat tempat di mana Anda bisa berjalan ke dinding batu dan menempelkan tangan pada tunggul pohon." papar narasi dalam unggahan video dalam kanal Youtube Mr. Science.

"Pohon itu tidak hanyut dari tempat yang lebih hangat, melainkan masih berakar di tanah tempatnya tumbuh di salah satu tempat terdingin di Bumi," lanjut narasi tersebut.

Hutan Purba dan Jejak Fosil Dinosaurus

Keberadaan vegetasi di benua selatan ini dimulai sekitar 260 juta tahun lalu saat Antartika masih menyatu dalam superbenua Gondwana.

Meski daratan ini bergeser ke lingkar kutub, kawasan Antartika tetap hijau dan ramah bagi perkembangan spesiasi dinosaurus.

Tumbuhan purba penyokong kehidupan dinosaurus di Antartika seperti pohon konifer, pakis, ginkgo, hingga Nothofagus mampu beradaptasi dengan malam kutub. 

Hutan subur ini menghasilkan jejak fosil kayu dan daun yang melimpah di seluruh daratan Antartika.

Penemuan Fosil Spesies Raksasa di Benua Es

Ekosistem hutan Antartika menopang rantai makanan berbagai dinosaurus. Fosil reptil awal Lystrosaurus menunjukkan jalur migrasi antarbenua. 

Memasuki periode Juraseik hingga Kapur, dinosaurus karnivora Cryolophosaurus dan dinosaurus herbivora Morrosaurus serta Antarctopelta mulai mendominasi daratan Antartika.

"Bukti keberadaan dinosaurus di garis lintang selatan yang tinggi menunjukkan bahwa mereka mampu bertahan hidup melewati perubahan cahaya matahari yang sangat ekstrem," terangnya lagi.

Selain dinosaurus darat, fosil reptil laut Mosasaurus dan Plesiosaurus, fosil burung Vegavis, hingga fosil katak berusia 40 juta tahun membuktikan hangatnya perairan Antartika di era dinosaurus.

Pembekuan besar-besaran Antartika sekitar 34 juta tahun lalu akhirnya memusnahkan sisa hutan dan mengubur seluruh jejak dinosaurus di bawah es. 

Kini, teknologi radar dan perburuan fosil modern terus mengungkap rahasia kehidupan dinosaurus yang tersembunyi di balik dinginnya benua Antartika. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
fosil dinosaurus purba antartika