RADARTUBAN – Kasus tragis kematian satu keluarga asal Australia di kawasan Legian, Kuta, Bali, menyita perhatian publik.
Tragedi memilukan tersebut diulas mendalam dalam tayangan podcast kanal YouTube Dokter Stephanie, seorang dokter spesialis forensik dan medikolegal.
Kasus tersebut melibatkan Damian, 56, warga negara Australia, istrinya Dina yang merupakan warga negara Indonesia (WNI), serta dua buah hati mereka yang baru berusia 6 dan 4 tahun.
Keluarga tersebut ditemukan tak bernyawa di sebuah bungalow yang telah mereka sewa sejak 2022 lalu pada 13 September 2026.
Peristiwa kelam ini terkuak setelah Dina, yang tengah berada di Jakarta menghubungi suaminya via telepon dan mendadak mendengar suara jeritan sang anak.
Merasa curiga dan khawatir, ia segera meminta penjaga bungalow untuk mengecek kondisi keluarganya secara langsung di lokasi.
Berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan medis forensik, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan atau keterlibatan pihak ketiga.
Pihak berwenang menyimpulkan dugaan kuat bahwa Damian terlebih dahulu mengakhiri hidup kedua anaknya, sebelum akhirnya memutuskan bunuh diri.
Sebelum insiden berdarah itu terjadi, Damian diketahui mengidap masalah kecemasan (anxiety) dan gangguan kesehatan mental serius.
Kondisi tersebut diperparah oleh keretakan rumah tangga, konflik pekerjaan, hingga masalah finansial yang menghimpit.
Bahkan, seorang rekannya mengaku sempat mendengar Damian mengutarakan niat untuk mengakhiri hidup.
Bahaya Depresi Tanpa Pendampingan Medis
Menanggapi tragedi pilu tersebut, dr. Stefani menegaskan betapa pentingnya penanganan medis profesional bagi siapa saja yang sedang berjuang melawan gangguan kesehatan mental.
“Masalah kesehatan mental yang dibiarkan tanpa pertolongan profesional itu bisa berkembang jadi sangat-sangat berat,” ungkap dr. Stefani dalam bincang-bincang tersebut.
Ia mengingatkan, dorongan atau janji pribadi untuk membaik tidak akan cukup jika tidak didampingi oleh bantuan terapi atau tindakan medis yang tepat.
“Janji buat ngubah itu bagus, tapi tetap harus dibarengi dengan usaha pemeriksaan dan penanganan dari tenaga kesehatan yang kompeten,” tegasnya.
Melalui ulasan podcast tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap isu kesehatan mental di lingkungan sekitar, serta tak ragu mencari bantuan tenaga profesional saat menghadapi tekanan hidup yang berat. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari