Serukan Dukungan untuk Palestina, Macklemore Dikeluarkan dari Sisa Tur Ed Sheeran

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:43 WIB
Kolase foto Rapper Macklemore dan Ed Sheeran. (pinterest.com)
Kolase foto Rapper Macklemore dan Ed Sheeran. (pinterest.com)

RADARTUBAN - Rapper Amerika Serikat Macklemore resmi dikeluarkan dari rangkaian tur konser Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah menyampaikan seruan dukungan terhadap Palestina saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey. 

Keputusan tersebut memicu perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, tekanan dari pengelola venue, serta posisi musisi dalam menyikapi isu kemanusiaan di panggung publik.

Dikutip dari kanal YouTube Noah Samsen, Macklemore menyampaikan pidato di hadapan puluhan ribu penonton dengan menyerukan dukungan bagi rakyat Palestina dan menyoroti situasi yang terjadi di Gaza. 

Tak lama setelah penampilan tersebut, ia mendapat kabar bahwa dirinya tidak lagi menjadi bagian dari sejumlah jadwal tur Ed Sheeran.

Baca Juga: Macklemore Dicoret dan Musisi Mundur, Ed Sheeran Buka Suara Soal Gaza di Konser AS

Melalui unggahan di media sosial, Macklemore mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan sejumlah percakapan dengan Ed Sheeran terkait situasi tersebut. 

Ia juga menyebut adanya tekanan dari berbagai pihak yang menolak keterlibatannya dalam rangkaian konser.

Kontroversi itu semakin berkembang setelah muncul laporan bahwa sejumlah pengelola venue tidak bersedia menggelar konser apabila Macklemore tetap menjadi penampil pembuka. 

Situasi tersebut disebut menjadi salah satu alasan perubahan susunan artis dalam tur.

Menanggapi polemik yang terjadi, Ed Sheeran menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati sikap yang diambil Macklemore meskipun memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyuarakan isu kemanusiaan.

"Saya menghormati keberanian Macklemore untuk berdiri dan menyuarakan apa yang dia yakini. Namun, ada banyak pendekatan berbeda untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu perdamaian," ujar Ed Sheeran dalam pernyataan yang dikutip dalam video tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah kritik dari berbagai pihak yang mempertanyakan keputusan pencoretan Macklemore. 

Di sisi lain, Ed Sheeran menjelaskan bahwa keputusan terkait susunan penampil tur melibatkan promotor dan pengelola venue yang memiliki pertimbangan masing-masing.

Nama Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium dan tim NFL New England Patriots, turut disebut dalam perdebatan tersebut. 

Macklemore menuding Kraft berperan dalam upaya menekan sejumlah stadion agar tidak melibatkan dirinya dalam tur. 

Namun, tudingan tersebut merupakan bagian dari pernyataan Macklemore yang kemudian menjadi bahan diskusi publik.

Baca Juga: Gara-Gara Nama Tur Konser, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix dan AEG Presents

Dampak kontroversi ini tidak berhenti pada pencoretan Macklemore. Sejumlah musisi pendukung yang tergabung dalam tur Ed Sheeran juga memilih mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas. 

Langkah tersebut semakin memperluas perdebatan mengenai hubungan antara kebebasan berpendapat, dunia hiburan, dan konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.

Kasus ini menunjukkan bagaimana isu politik dan kemanusiaan dapat memengaruhi industri musik global. 

Selain menyoroti batas-batas kebebasan berekspresi di panggung hiburan, peristiwa tersebut juga memunculkan diskusi mengenai bagaimana figur publik menempatkan diri di tengah konflik internasional yang terus menjadi perhatian dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
ed sheeran macklemore tur konser Palestina