RADARTUBAN — Bagaimana jika seorang politikus tiba-tiba tak bisa berbohong? Premis kocak itu menjadi pintu masuk film Bapak Paling Jujur, komedi politik yang menyentil gimik kampanye, janji politik, hingga krisis kepercayaan publik.
Film produksi IDN Pictures tersebut resmi memperkenalkan trailer dan poster melalui konferensi pers yang dikemas layaknya arena debat calon gubernur.
Para pemain bahkan tampil membawa karakter masing-masing, lengkap dengan jargon kampanye, adu pantun, hingga joget politik.
Dua pasangan calon menjadi pusat perhatian. Paslon 01 menampilkan Wawan Suryaman yang diperankan David Nurbianto bersama Ibu Yuyun (Mesty Syahir). Mereka membawa narasi perubahan, kesederhanaan, dan kejujuran.
Baca Juga: Lisa Blackpink Rilis Film Dokumenter, Tuai Respon Pro dan Kontra dari Netizen
Sementara itu, Paslon 02 menghadirkan Jonas Prakoso (Andovi da Lopez) bersama Dr. (H.C.) Sambodo (Sholeh Solihun).
Keduanya tampil dengan gaya kampanye penuh gimik, termasuk joget dan janji program Rumah Bersubsidi Gratis (RPG).
Kelucuan tersebut sekaligus menjadi cara film menyindir realitas politik. Adu pantun antarpaslon tak hanya berisi candaan, tetapi juga menyentil pencitraan, pasukan nasi kotak, isu menteri, hingga janji kampanye.
Andovi bahkan melontarkan guyonan soal strategi kampanye melalui karakter Jonas.
“Saya 20 tahun di politik. Saya tahu benar joget itu memenangkan suara!” ujarnya.
Di balik komedinya, Bapak Paling Jujur . Dia menjelaskan, karakter politikus dalam film bukan ditujukan untuk menyerang satu sosok tertentu.
Karakter tersebut merupakan rangkuman dari berbagai fenomena dan sosok politik yang dikenal masyarakat.
Isu yang dibawa pun dekat dengan keseharian, mulai dari gimik kampanye, janji politik, fenomena orang dalam, hingga persoalan korupsi.
Bahkan, film ikut mempertanyakan kondisi ketika seorang pejabat tak lagi mampu menyembunyikan kebohongan.
David Nurbianto menegaskan bahwa sasaran kritik film tidak hanya diarahkan kepada politikus. Masyarakat juga diajak bercermin terhadap perilaku tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya sih bahwa orang juga sadar, kita juga sebetulnya sering berbohong. Selain mau menyentil yang di atas, harapannya kita yang di bawah juga tersentil,” ujarnya.
Dia menyebut kejujuran sebagai nilai penting di tengah situasi negara yang penuh persoalan.
“Kejujuran itu adalah benteng terakhir atau benteng yang kita punya antara situasi dan kondisi negara yang sama-sama kita rasakan ini,” lanjutnya.
Film yang disutradarai Fajar Nugros dengan skenario Kristo Immanuel dan David Nurbianto itu turut dibintangi Clarestapey, Nayla Purnama, Elwina Nissa, Rizky Firman, dan Feny.
Bapak Paling Jujur dijadwalkan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 15 Oktober.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni