RADARTUBAN - New York, Amerika Serikat, selama ini dikenal sebagai salah satu kota paling ikonik di dunia.
Gemerlap gedung pencakar langit, Times Square, hingga kehidupan yang kerap ditampilkan dalam film Hollywood membuat kota ini terlihat menarik.
Namun, pengalaman berbeda dirasakan komika Pandji Pragiwaksono saat tinggal di New York.
Dalam perbincangannya bersama Raditya Dika, Panji menceritakan sejumlah sisi kehidupan di New York yang menurutnya jarang terlihat dalam gambaran kota tersebut di layar kaca.
Salah satu hal yang paling membekas baginya adalah kondisi lingkungan, terutama aroma yang menurutnya cukup menyengat di sejumlah lokasi.
“Satu hal yang enggak nyampai di sensori lu itu baunya. Pas lu nyampai sana, pas lu lihat, ini bau kotanya aneh banget, dah,” kata Panji.
Baca Juga: Pendidikan Bukan Cuma Mengejar Gelar, Pandji Pragiwaksono Soroti Kompetensi dan Ruang Tumbuh Anak
Menurut Pandji, aroma tersebut terasa semakin kuat ketika berada di area subway.
“Apalagi kalau lu turun ke subway, terasa makin bau lagi karena itu kan tempat gembel-gembel tinggal,” lanjutnya.
Merasakan Tekanan di Ruang Publik
Selain persoalan lingkungan, Panji juga menggambarkan kehidupan di New York sebagai pengalaman yang membuatnya merasakan tekanan cukup tinggi.
Dia menyinggung sejumlah kejadian kekerasan spontan yang menurut pengamatannya dapat membuat orang lebih waspada ketika berada di ruang publik.
Pandji menyebut kasus seperti penusukan hingga orang yang tiba-tiba dipukul di jalan menjadi bagian dari hal yang membuatnya merasa tidak sepenuhnya tenang.
“Energi yang gua rasain emang energi nervous sih. Everybody's nervous. It's a very stressful place to live,” ujarnya.
Dia juga menyoroti tingginya tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian warga untuk dapat bertahan hidup di kota tersebut.
“Semua orang tuh punya dua tiga pekerjaan yang sangat stressful untuk bisa membiayai hidup di kota tersebut,” lanjut Pandji.
Tetap Jalani Karier Komika
Meski menemukan berbagai sisi keras kehidupan di New York, Pandji tetap memilih menjalani aktivitasnya di kota tersebut.
Kehidupan sebagai komika stand-up membuatnya harus terus beradaptasi dengan lingkungan dan ekosistem komedi setempat.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Khawatir Prabowo Tak Terima Informasi Utuh dari Lingkaran Pemerintahan
Salah satunya dengan rutin mengikuti open mic sebagai bagian dari proses membangun pengalaman dan mengembangkan karier di panggung internasional.
Dalam perbincangan tersebut, Pandji juga menyinggung sejumlah persoalan sosial yang menurut pengamatannya terlihat di beberapa kawasan New York, termasuk masalah kecanduan zat dan kondisi lingkungan di area tertentu.
Pengalaman tersebut menjadi sisi lain New York yang tidak selalu terlihat dari gambaran kota dalam film maupun konten pariwisata.
Bagi Pandji, kehidupan di kota besar seperti New York tidak hanya tentang gemerlap dan peluang. Ada pula tekanan, tantangan sosial, serta realitas sehari-hari yang harus dihadapi mereka yang tinggal di dalamnya.
Perbincangan Pandji Pragiwaksono bersama Raditya Dika selengkapnya dapat disaksikan melalui video yang tersedia di kanal YouTube Raditya Dika. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni