RADARTUBAN — Hubungan asmara dan keluarga kerap menyimpan ironi tersendiri.
Orang yang paling dicintai justru menjadi pihak yang paling dalam melukai hati, melebihi rasa sakit yang ditimbulkan oleh orang lain atau bahkan musuh.
Fenomena psikologis dan spiritual ini dibahas dalam bincang-bincang santai bertajuk "Yang Paling Menyakiti Justru Yang Paling Kita Cintaimu" di kanal YouTube SAY Inspiratif, yang menghadirkan pengamat jiwa Pak Wayan Mustika.
Baca Juga: Yoga Beksan Perpaduan Unik Antara Tradisi Jawa Dan Latihan yang Bikin Tubuh dan Batin Hidup
Dalam perbincangan tersebut, terungkap bahwa rumah dan orang terdekat sering dijadikan tempat pelampiasan emosi (fight-or-flight response) yang paling aman ketika seseorang menghadapi tekanan dari luar
Selain itu, rasa memiliki yang terlalu kuat atau kemelekatan (attachment) pada pasangan kerap memicu ekspektasi berlebihan terhadap kesempurnaan, sehingga gesekan kecil pun terasa sangat menyakitkan.
"Kalau kita mau punya pasangan sempurna terima dia sama purna... pada akhirnya apapun adanya pada akhirnya kita terima dengan rasa ikhlas yang sama, itulah arti sempurna," ujar Pak Wayan Mustika dalam obrolan tersebut.
Menanggapi dinamika hubungan yang sering diwarnai pertengkaran, Pak Wayan memberikan pandangan unik bahwa komunikasi lewat perdebatan dalam batas tertentu masih lebih baik ketimbang sikap dingin tanpa komunikasi sama sekali.
Beliau juga mengingatkan pentingnya porsi kasih sayang yang seimbang agar seseorang tidak kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Lebih lanjut, relasi terdekat dengan segala konflik dan gesekan harian pada akhirnya diposisikan sebagai tempat belajar kehidupan terbaik "guru spiritual" yang hadir langsung di dalam rumah. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama