Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lupa Bawa Paspor, Menlu Swedia Dicegat di Perbatasan Ukraina

Tulus Widodo • Rabu, 4 Oktober 2023 | 21:18 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN – Ada kejadian lucu saat agenda pertemuan puncak para menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa yang digelar di Kyiv, ibu kota Ukraina.

Dilansir dari detikcom, Menteri Luar Negeri (Menlu) Swedia Tobias Billstrom dicegat di perbatasan Ukraina dan Polandia karena lupa membawa paspor miliknya. Alhasil, Billstrom gagal menghadiri pertemuan tersebut.

Seperti dilansir media lokal Swedia, The Local, Rabu (4/10), informasi soal Billstrom dicegat penjaga perbatasan Ukraina itu diungkapkan oleh sejumlah sumber diplomatik yang berbicara kepada surat kabar Austria, Die Presse, yang menjadi media pertama yang melaporkan insiden itu.

Menurut sumber diplomatik itu, para penjaga tidak mengizinkan Billstrom untuk menyeberang perbatasan Ukraina tanpa paspor.

Hal tersebut membuat Menlu Swedia itu tidak bisa menaiki kereta api yang akan menempuh perjalanan selama delapan jam menuju ke Kyiv bersama para Menlu negara Uni Eropa lainnya.

Sekretaris Pers untuk Menlu Swedia, Anna Erhardt enggan mengonfirmasi saat ditanya alasan mengapa Billstrom tidak hadir dalam pertemuan di Kyiv.

Billstrom terpantau tidak muncul dalam foto maupun video pertemuan para Menlu negara-negara Uni Eropa itu.

‘’Ada kendala logistik,’’ jawab Erhardt secara singkat kepada surat kabar Swedia Dagens Nyheter.

‘’Selain itu, kami tidak mengomentari soal detail perjalanan menteri,’’ tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, Swedia akhirnya diwakili oleh Duta Besar negara itu untuk Ukraina, Martin Aberg.

Namun demikian, menurut laporan Die Presse, Billstrom tampaknya tidak melewatkan banyak hal dalam pertemuan di Kyiv tersebut, yang merupakan pertemuan informal untuk menunjukkan solidaritas terhadap Ukraina.

Menurut informasi, pertemuan itu digelar di sebuah tempat perlindungan bom yang ada di basement sebuah hotel mewah di Kyiv.

Billstrom bukan satu-satunya Menlu yang tidak hadir dalam pertemuan di Kyiv. Menlu Hungaria Peter Szijjarto, yang menerima Orde Persahabatan Rusia, menolak undangan pertemuan itu.

Sedangkan Menlu Latvia Krisjanis Karins dan Menlu Polandia Zbigniew Rau memutuskan batal hadir karena terinfeksi virus Corona (COVID-19).

Sekadar diketahui, di seluruh dunia hanya tiga orang yang bisa bepergian ke luar negeri tanpa harus menggunakan paspor.

Mereka memiliki gelar istimewa sehingga tidak membutuhkan paspor. Ketiga orang itu yakni Raja Charles III dari Inggris Raya serta Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako dari Jepang.

Keistimewaan ini pun berlaku untuk raja atau ratu Inggris Raya pendahulu Raja Charles III. Demikian pula dengan Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, para pendahulu kaisar dan permaisuri Jepang juga tidak membutuhkan paspor apabila melawat ke luar negeri.

Tapi, istri Raja Charles III yaitu Permaisuri Camilla, tetap harus menyertakan paspor diplomatik untuk perjalanannya ke luar negeri.

Di luar ketiga orang ini, para anggota keluarga kerajaan Inggris Raya maupun Jepang mesti tetap memerlukan paspor diplomatik.

Aturan tanpa paspor untuk kaisar dan permaisuri di Jepang sudah berlaku sejak Mei 1971 berdasarkan instruksi kementerian.

Menurut Kementerian Hukum Jepang, tidak patut membuat keturunan langsung Dewi Matahari Amaterasu melalui prosedur imigrasi secara umum seperti manusia biasa.

Sementara aturan Kerajaan Inggris, raja atau ratu yang berkuasa hanya membawa dokumen yang dikeluarkan di atas nama mereka saat pergi ke luar negeri.

Sejak awal, raja atau ratu yang berkuasa di Inggris Raya memperoleh dispensasi pergi ke luar negeri tanpa paspor. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Menlu Swedia #kaisar naruhito #Inggris #jepang #raja charles iii #Uni Eropa #Billstrom #paspor #permaisuri masako #Ukraina