Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Petinju Transgender Imane Khelif Kalahkan Petinju Wanita Angela Carini hingga Berdarah Saat Olimpiade Paris 2024

Tugino • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 01:10 WIB
Petinju transgender Imane Khelif usai mengalahkan petinju wanita Angela Carini hingga berdarah.
Petinju transgender Imane Khelif usai mengalahkan petinju wanita Angela Carini hingga berdarah.

RADARTUBAN - Pertandingan tinju putri kelas 66 kg Olimpiade Paris 2024 menjadi sorotan publik setelah petinju Aljazair, Imane Khelif, mengalahkan Angela Carini dari Italia. Khelif, yang dikenal sebagai atlet transgender, berhasil memaksa Carini mundur dari pertandingan akibat cedera hidung yang parah.

Pertarungan berlangsung singkat. Dalam 10 detik pertama ronde awal, Khelif sudah melayangkan empat pukulan telak ke arah Carini.

Meski sempat berusaha melanjutkan pertandingan, Carini akhirnya mengangkat tangan tanda menyerah pada menit ke…. karena tidak sanggup menahan rasa sakit di hidungnya yang berdarah.

Dikutip dari berbagai sumber, pasca pertandingan Carini mengungkapkan alasan penarikan dirinya.

"Setelah bertahun-tahun pengalaman di atas ring, saya merasakan sakit yang luar biasa di bagian hidung," ujarnya.

Carini menegaskan bahwa keputusannya bukan karena menyerah, melainkan karena kedewasaan. "Aku tidak kalah malam ini. Aku hanya menyerah pada kedewasaan," tambahnya.

Kemenangan Khelif tidak lepas dari kontroversi. Statusnya sebagai atlet dengan kromosom ganda memicu perdebatan di media sosial mengenai keadilan kompetisi.

Dikutip dari berbagai sumber, Khelif sebelumnya dilarang bertanding di Kejuaraan Dunia Tinju 2023 karena memiliki kadar testosteron yang sangat tinggi untuk kategori wanita. Kasus ini sama dengan Aprilia Manganang pemain bola voli putri asal Indonesia.

Keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mengizinkan Khelif bertanding di Olimpiade Paris 2024 menuai kritik dari berbagai pihak.

Banyak yang mempertanyakan konsistensi aturan antara kejuaraan dunia dan Olimpiade.

Sementara itu, pihak penyelenggara Olimpiade Paris 2024 belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini. Khelif sendiri melangkah ke babak 8 besar, namun perdebatan mengenai partisipasinya diprediksi akan terus berlanjut sepanjang turnamen.

Alhasil kejadian tersebut viral di berbagai platform media sosial dan memancing banyak komentar netizen.

Salah satunya dalam postingan akun X @kegblgnunfaedh (1/8), “Kenapa masih boleh bertanding sih kan dia melanggar aturan women,” tulis akun @strssovrld.

“Olimpiade paling konyol dan ter-gajelas,” tambahnya. Komentar serupa dilayangkan oleh akun X @Mailody_Anne (1/8), “Yaah tetep aja tenaga LAKIK yang keluar,” tulisnya.

Komentar lain ditulis oleh akun X @LookAtYouThem (1/8), “Intinya aja deh = Algeria tidak mengakui transgender-tidak pernah ada kelamin di sana,” tulisnya.

“Algeria menganggap dia ini perempuan sejak lahir,” tambahnya menjelaskan penyebab atlet asal Aljazair itu bisa ikut olimpiade. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#ronde #imane khelif #Olimpiade Paris 2024 #Petinju Transgender #angela carini #kritik