RADARTUBAN – Gregoria berhasil kalahkan Ratchanok Intanon perwakilan Thailand pada babak perempat final Olimpiade Paris di Porte de La Chapelle Arena, Paris, Prancis Sabtu (3/8).
Jorji membantai idolanya itu hanya dalam 47 menit dengan skor 25-23, 21-9 untuk kemenangan Gregoria.
Selanjutnya Gregoria akan bertanding melawan wakil Korea Selatan An Se Young di Porte de la Chapelle Arena, Minggu (4/8) pukul 13.30. An Se Young sudah mendapat tiket semi final terlebih dahulu usai singkirkan wakil Jepang Akane Yamaguci dengan skor 15-21, 21-17, 21-8.
Gregoria menjadi harapan terakhir bagi Indonesia untuk mendapatkan medali Olimpiade Paris 2024 lewat cabang bulu tangkis.
Gregoria berhasil menang lawan idolanya, Ratchahok Intanon walaupun memiliki riwayat buruk dari 10 pertemuan baru dua kali menang pada Perempatfinal Thomas & Uber Cup 2024 dan Olimpiade Paris di tahun yang sama.
Dengan kata lain, Jorji (sapaan akrab Gregoria) tengah mencapai masa prime di tahun ini.
Apakah Gregoria mampu mengalahkan An Se Young di Olimpiade Paris 2024? Berikut kami rangkum deretan fakta Gregoria dan An Se Young.
1. An Se Young merupakan peringkat pertama terbaik Putri saat ini
Federasi bulu tangkis dunia atau Badminton World Federation (BWF) merilis ranking BWF terbaru bagi para pebulu tangkis (30/1) usai Indonesia Masters 2024.
An Se Young menempati urutan pertama dengan skor 113.314
2. Gregoria peringkat ke 7 dunia
Gregoria sempat mengalami masa terpuruk sejak terakhir juara dunia junior di tahun 2017.
Untuk kali pertama Gregoria menjuarai turnamen BWF World Tour Super 300 Spain Masters 2023.
Dijuga tercatat sebagai runner up Australia Open 2022 dan Malaysia Masters 2023.
Rankingnya yang sebelumnya terpuruk 31 dunia kini merangkak naik hingga ke peringkat tujuh dunia.
3. An Se Young berhasil masuk final 12 kali dari 13 turnamen yang diikuti.
Kali terakhir An Se Young gagal masuk final pada babak semifinal Indonesia Open 2023, sedangkan dari 12 final yang diikuti berhasil mendapatkan 9 gelar juara.
Bahkan ia berhasil menjadi juara All England dan menjadi putri Korea Selatan pertama yang berhasil menjadi juara dunia.
4. Gregoria belum pernah mengalahkan An Se Young dalam 7 pertemuannya
Gregoria masih belum bisa menang melawan An Se Young selama pertemuannya dari tahun 2022 hingga saat ini.
5. Pertemuan terakhir kedua pebulutangkis terjadi di semifinal Singapore Open 2024 pada Juni lalu. Kala itu, Gregoria kalah dua gim langsung 14-21, 21-23. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama